Jakarta [DESA MERDEKA] – Bayangkan sebuah desa tidak hanya bertumbuh lewat sektor pertanian, tetapi juga menjadi pusat industri konstruksi yang mandiri. Visi besar inilah yang tengah digodok oleh pemerintah melalui kolaborasi lintas kementerian. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi menyepakati pembangunan 2 juta unit rumah baru yang dikhususkan bagi kawasan pedesaan dan pesisir.
Proyek ambisius ini bukan sekadar urusan memindahkan batu bata. Dalam pertemuan strategis di Kalibata, Selasa (11/2), Menteri Desa PDT Yandri Susanto dan Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah sepakat bahwa rumah-rumah tersebut harus menjadi mesin uang baru bagi warga desa. Caranya? Dengan mengubah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi, dan UMKM lokal menjadi aktor utama dalam rantai pasok material serta pengerjaannya.
Desa Sebagai Produsen, Bukan Sekadar Lokasi
Menteri Yandri menekankan bahwa keberhasilan program ini diukur dari seberapa banyak lapangan kerja yang tercipta di tingkat akar rumput. Dengan melibatkan BUMDes, perputaran uang dari proyek triliunan rupiah ini diharapkan tidak kembali ke kota, melainkan mengendap dan menghidupkan ekonomi warga desa itu sendiri.
“Desa harus menjadi pusat kegiatan. Kita ingin pembangunan ini menciptakan efek domino yang meningkatkan kesejahteraan secara langsung melalui keterlibatan usaha lokal,” ujar Yandri.
Rumah Layak untuk Perangi Kemiskinan
Senada dengan hal tersebut, Fahri Hamzah melihat pembangunan perumahan sebagai fondasi utama dalam memutus rantai kemiskinan. Kualitas hidup masyarakat pesisir dan pedesaan yang meningkat melalui hunian layak akan berdampak langsung pada kesehatan dan produktivitas warga.
Agar rencana ini tidak sekadar menjadi menara gading, pemerintah telah menyiapkan tiga strategi kunci:
- Model Adaptif: Mendesain hunian yang menyesuaikan dengan karakteristik geografis dan budaya desa masing-masing.
- Akselerasi Dana Desa: Mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa dan anggaran kementerian sebagai stimulus pembiayaan.
- Sinergi Multisektor: Membuka pintu kolaborasi antara sektor swasta dan swadaya masyarakat dalam proses pembangunan.
Langkah ini diharapkan mampu mengubah wajah pesisir dan pedesaan Indonesia dari sekadar penonton pembangunan menjadi produsen hunian yang berdaulat secara ekonomi.
Team Redaksi Untuk Kiriman Rilis Berita
Email : mydesamerdeka@gmail.com


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.