Ambon, Maluku [DESA MERDEKA] – Aparatur desa di Maluku kini dituntut melek teknologi lewat kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Maluku dan platform pendidikan online Go Campus. Kolaborasi ini dirancang untuk mengikis kesenjangan kompetensi birokrasi dan memajukan pelaku usaha di tingkat akar rumput yang selama ini terisolasi secara digital.
Langkah nyata ini diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Sistem Sarjana Sejahtera pada Kamis (22/8/2024). Penjabat Gubernur Maluku, Sadali Ie, menegaskan bahwa akses pendidikan digital ini merupakan kunci utama untuk mengubah status desa-desa di Maluku menjadi desa mandiri yang berdaya saing tinggi.
Lewat platform ini, pamong desa dan warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke ibu kota provinsi hanya untuk mengikuti diklat. Mereka bisa langsung mengakses materi manajemen usaha, teknik pemasaran digital, hingga pemanfaatan teknologi informasi secara praktis dari wilayah masing-masing.
Fokus intervensi program ini diarahkan pada penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa. Dengan keterampilan baru, produk lokal Maluku diharapkan mampu menembus pasar nasional sekaligus menjadi motor baru penggerak ekonomi daerah.
Meski begitu, Pemprov Maluku dihadapkan pada realita pahit di lapangan: minimnya literasi digital warga dan belum meratanya infrastruktur jaringan internet di pulau-pulau terpencil. Pemerintah menyatakan optimis hambatan teknis tersebut dapat diselesaikan secara bertahap melalui komitmen sinergi lintas sektor.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.