Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 6 Jan 2026 11:26 WIB ·

Mahyeldi Percepat Perbaikan Infrastruktur dan Air Bersih Pascabencana Sumbar


					Mahyeldi Percepat Perbaikan Infrastruktur dan Air Bersih Pascabencana Sumbar Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bergerak cepat dalam menangani pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Gubernur Mahyeldi memimpin langsung Focus Group Discussion (FGD) untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, serta pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak.

Dalam pertemuan yang digelar di Auditorium Gubernuran, Senin (5/1/2026) tersebut, Mahyeldi menegaskan bahwa infrastruktur dasar dan air bersih merupakan keluhan utama masyarakat di lapangan. Ia meminta seluruh jajaran teknis untuk bekerja lebih cepat dan terkoordinasi agar layanan publik segera kembali normal.

“Persoalan infrastruktur dan air bersih adalah hal yang paling dirasakan masyarakat hari ini. Penanganannya harus jelas, cepat, dan terkoordinasi dengan baik,” tegas Mahyeldi di hadapan perwakilan kementerian dan instansi teknis terkait.

Fokus pada Normalisasi Sungai dan Hunian
Selain perbaikan akses transportasi, Mahyeldi menginstruksikan percepatan pengerukan sungai sebagai langkah mitigasi risiko bencana di masa depan. Pendangkalan sungai dan kerusakan tanggul menjadi penyebab utama meningkatnya kerawanan banjir saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Sumbar.

Aspek perumahan juga menjadi poin krusial yang dibahas. Mahyeldi meminta progres pembangunan Hunian Sementara (Huntara) maupun Hunian Tetap (Huntap) dipantau secara ketat. Ia mendesak balai dan satuan kerja teknis di bawah Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Permukiman untuk memaparkan rencana kerja dan jadwal penanganan secara transparan. Hal ini bertujuan agar pemerintah daerah dapat memberikan kepastian informasi kepada masyarakat yang terdampak.

Distribusi Air Bersih Jadi Prioritas Utama
Terkait kebutuhan dasar, ketersediaan air minum menjadi perhatian serius dalam FGD tersebut. Mahyeldi mengingatkan bahwa distribusi air bersih tidak boleh terputus, terutama di area pengungsian atau wilayah yang instalasi pipanya rusak akibat bencana. Pemprov Sumbar bersama Balai Cipta Karya bidang air minum berkomitmen untuk menyinkronkan data kerusakan agar perbaikan fisik bisa segera dilaksanakan.

FGD ini diikuti oleh unsur Forkopimda Sumbar, bupati, dan wali kota secara daring, serta berbagai instansi strategis seperti Bappenas, BMKG, PLN, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), dan Balai Wilayah Sungai (BWS). Melalui sinergi lintas sektoral ini, diharapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera Barat dapat berjalan efektif sesuai target yang telah ditetapkan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Alarm Kematian Mental Anak Membayangi Sumbar Emas 2045

29 Juli 2026 - 15:01 WIB

Jembatan Bailey Rp4,9 Miliar: Sambungan Hidup yang Sempat Putus

29 Juli 2026 - 10:03 WIB

ASN Pulang Kampung: Berkah atau Bencana Pelayanan Desa?

29 Juli 2026 - 09:52 WIB

Aturan Baru Pilkades Purworejo Antisipasi Fenomena Kotak Kosong

27 Juli 2026 - 16:05 WIB

Warga Sumbar Diajak Aktif Jaga Ketertiban Lingkungan

25 Juli 2026 - 19:19 WIB

Ombudsman Evaluasi Pelayanan Publik Sumbar, OPD Diwajibkan Berinovasi

24 Juli 2026 - 22:20 WIB

Trending di KABAR