Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 4 Feb 2026 12:31 WIB ·

Mahyeldi Dorong Wakaf Jadi Mesin Baru Pembangunan Sumatera Barat


					Mahyeldi Dorong Wakaf Jadi Mesin Baru Pembangunan Sumatera Barat Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, membawa misi besar ke ibu kota dengan menyodorkan dokumen rekomendasi Seminar Wakaf Internasional kepada Menteri Agama RI di Masjid Istiqlal, Selasa (3/2/2026). Langkah ini menandai keseriusan Sumatera Barat dalam mentransformasi dana umat—zakat dan wakaf—menjadi instrumen finansial strategis untuk membangun daerah tanpa hanya mengandalkan APBD.

Dokumen yang diserahkan tersebut merupakan buah pemikiran dari seminar global yang digelar Pemprov Sumbar pada akhir 2025 lalu. Mahyeldi menegaskan bahwa era wakaf yang hanya “mengendap” pada aset tidak bergerak harus segera berganti menjadi wakaf produktif yang manfaatnya mengalir langsung ke ekonomi rakyat.

“Kami ingin mendorong pengelolaan wakaf dan dana umat secara lebih produktif. Ini adalah ikhtiar agar kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan,” ujar Mahyeldi di Jakarta.

Optimalisasi Dana Umat sebagai Ekonomi Alternatif
Potensi ekonomi syariah di Sumatera Barat dinilai sangat besar namun masih memerlukan sinergi regulasi dengan pemerintah pusat. Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, dana wakaf dapat dialokasikan untuk proyek infrastruktur sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan UMKM lokal.

Mahyeldi menekankan bahwa kunjungannya bukan sekadar seremonial. Ia ingin memastikan ada penyelarasan langkah antara kebijakan Kementerian Agama dan implementasi di tingkat provinsi. Tujuannya jelas: mengonversi konsep-konsep syariah yang selama ini bersifat teoretis menjadi eksekusi nyata yang berdampak pada pembangunan berkelanjutan di Bumi Minangkabau.

Sinergi Strategis Menuju Implementasi
Dalam audiensi tersebut, Mahyeldi didampingi oleh pejabat teras Setdaprov Sumbar dan Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mustafa. Kehadiran tim lengkap ini menunjukkan bahwa Sumatera Barat siap menjadi “laboratorium” nasional bagi pengelolaan ekonomi syariah yang modern.

Jika rekomendasi ini dijalankan, Sumatera Barat berpotensi menjadi pionir daerah yang mampu menyelaraskan nilai-nilai religiusitas dengan kekuatan ekonomi pembangunan. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang provinsi untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah yang mandiri dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sisi Lain Insentif Rp3,5 Miliar Sumbar: Piala Milik Provinsi, Keringat Milik Nagari

13 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Sekda Provinsi Sumbar Beri Waktu Sepekan, 21 OPD Diminta Segera Susun Rencana Aksi Percepatan NCH

13 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Diplomasi Dapur Nagari: Filosofi & Rahasia Padang Bajamba 2026

12 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Mengunyah Angin di GOR Agus Salim: Kritik Narasi Narkoba Evi Yandri

12 Agustus 2026 - 08:58 WIB

Perangkat RT di Padang Keluhkan Minimnya Edukasi Hukum Warga

10 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Anggota DPRD Sumbar Ungkap Rahasia Terbaru Bangun Nagari

10 Agustus 2026 - 11:03 WIB

Trending di KABAR PEMDA