Randugunting, Semarang [DESA MERDEKA] – Semangat digitalisasi merambah hingga pelosok desa! Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam program GIAT (Gerakan Inisiasi dan Aksi Transformasi) 5 sukses menggelar kegiatan “Pelatihan dan Pengembangan E-Arsip Desa” pada Senin (24/7/2023) di Ruang Serbaguna Kantor Desa Randugunting. Inisiatif ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan digitalisasi administrasi desa, khususnya dalam pengelolaan arsip yang lebih modern dan efisien.
Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih perangkat desa serta perwakilan pemuda karang taruna dalam memanfaatkan sistem kearsipan berbasis elektronik. Sistem yang disosialisasikan menggunakan platform Microsoft Access, diharapkan dapat dikembangkan menjadi tulang punggung sistem kearsipan desa di masa depan.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Randugunting, Nuryanto, serta jajaran akademisi dan ahli kearsipan dari UNNES. Turut hadir Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr. Wara Dyah Pita Rengga, S.T., M.T., dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan UNNES, Dr. Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd., beserta stafnya, Nurdian Susilowati, S.Pd., M.Pd., yang bertindak sebagai narasumber.
Para narasumber memberikan materi komprehensif mulai dari klasifikasi surat yang benar, sosialisasi mendalam mengenai konsep dan manfaat e-arsip berbasis Microsoft Access, hingga studi kasus praktik kearsipan desa yang baik dan efektif.
Siti Nurul Fatkah, salah seorang panitia dari mahasiswa UNNES, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap program digitalisasi desa yang tengah digalakkan. “Tujuan utama kami adalah meningkatkan pemahaman perangkat desa dan perwakilan masyarakat, dalam hal ini pemuda karang taruna, mengenai pentingnya dan cara pengelolaan e-arsip,” jelas Nurul.
Salah satu peserta pelatihan, Pratiwi Lai Latul Chodri, S.Farm., memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan perangkat desa terkait pengelolaan arsip secara elektronik. “Sebelumnya, kami memang sudah pernah mencoba menggunakan e-arsip, namun implementasinya belum optimal. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami berharap arsip desa dapat tertata dengan lebih baik dan sistematis,” tuturnya.
Prof. Pita selaku DPL UNNES menambahkan bahwa program pelatihan e-arsip ini sangat relevan dengan kebutuhan desa saat ini. Ia menjelaskan bahwa program e-arsip sebenarnya telah dicanangkan oleh pemerintah, namun implementasinya lebih difokuskan pada pemerintah kota terlebih dahulu, sementara pemerintah desa belum banyak tersentuh. “Dengan adanya pelatihan ini, Pemerintah Desa Randugunting memiliki potensi untuk menjadi selangkah lebih maju dibandingkan desa-desa lain di tingkat kabupaten dalam hal pengelolaan kearsipan berbasis digital,” ujarnya bangga.
Kepala Desa Randugunting, Nuryanto, menyambut baik inisiatif para mahasiswa UNNES. Ia berharap materi yang telah disampaikan dalam pelatihan dapat diimplementasikan secara maksimal oleh seluruh perangkat desa. “Kami sangat mendukung upaya-upaya yang membawa kemajuan bagi desa, dan pelatihan e-arsip ini adalah salah satunya. Semoga pengelolaan administrasi desa kami menjadi lebih baik dan efisien,” pungkasnya.

Kabarkan kebaikan desa.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.