Labuha, Halmahera Selatan (DESA MERDEKA) — Menempuh pendidikan tinggi sering kali menjadi tantangan berat bagi generasi muda yang tinggal di wilayah kepulauan, terutama di desa-desa terpencil Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Selain terkendala jarak geografis yang jauh dari ibu kota provinsi, tuntutan ekonomi memaksa banyak lulusan SMA untuk langsung bekerja demi membantu keluarga. Akibatnya, impian meraih gelar sarjana kerap kali harus dikubur dalam-dalam.
Namun, kehadiran Universitas Terbuka (UT) kini mendobrak batasan tersebut. Kampus negeri ini menawarkan peluang emas yang sangat relevan dengan kebutuhan zaman: sistem kuliah yang fleksibel sehingga mahasiswa bisa membagi waktu antara bekerja dan belajar. Hal ini menjadi angin segar bagi pemuda desa di Halsel agar tetap bisa produktif menghasilkan rupiah sekaligus meningkatkan kapasitas diri di bangku kuliah.
Solusi Fleksibel Tanpa Harus Tinggalkan Desa
Sistem pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang diterapkan oleh UT memungkinkan mahasiswa mengakses materi perkuliahan dari mana saja, bahkan dari wilayah pelosok sekalipun. Selama memiliki gawai dan akses internet, pemuda desa tidak perlu merantau atau keluar dari pekerjaannya saat ini—baik sebagai perangkat desa, petani modern, pelaku UMKM, maupun pekerja swasta.
Peluang inilah yang disoroti tajam oleh Risal Sangaji, salah satu tokoh muda Halmahera Selatan yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Kalesang Anak Negeri (LSM KANe) Maluku Utara. Menariknya, Risal bukan sekadar pengamat, melainkan pelaku sejarah yang merasakan langsung manfaat tersebut sebagai mahasiswa aktif di Universitas Terbuka.
Kesan Nyata dan Ajakan Risal Sangaji: “Ayo Kuliah!”
Bagi Risal, menempuh studi di UT memberikan pengalaman belajar yang sangat adaptif dengan kesibukannya yang padat dalam memimpin LSM. Ia menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada UT karena telah menghadirkan program studi berkualitas yang terjangkau dan akomodatif bagi masyarakat daerah.
”Universitas Terbuka memberikan kesempatan yang luar biasa luas bagi siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau aktivitas harian lainnya. Ini bukan sekadar teori, saya sendiri merasakannya,” ungkap Risal penuh semangat saat ditemui di Labuha, Sabtu (20/06/2026).
Risal menegaskan bahwa masa depan Halmahera Selatan berada di tangan generasi mudanya. Pembangunan desa-desa di Halsel membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, kritis, dan memiliki pengetahuan teoretis yang matang.
”Jangan ada lagi alasan tidak kuliah karena sibuk kerja atau karena tinggal di desa. UT adalah jawaban atas tantangan itu. Saya mengajak seluruh generasi muda di pelosok desa Halmahera Selatan, mari segera mendaftar dan kuliah di Universitas Terbuka. Mari kita tingkatkan pengetahuan, keterampilan, dan daya saing kita demi memajukan daerah tercinta ini di masa depan,” ajak Risal secara terbuka.
Dengan segala kemudahan dan biaya yang relatif ramah di kantong, Universitas Terbuka diharapkan terus menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak angka partisipasi pendidikan tinggi di Bumi Saruma. Kuliah sambil kerja kini bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang bisa digapai oleh seluruh pemuda desa di Halmahera Selatan.

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.