Sukoharjo [DESA MERDEKA] – Mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro (Undip) 2025 berhasil membawa angin segar bagi sektor pertanian di Desa Lawu, Sukoharjo. Melalui pelatihan penggunaan aplikasi TaniDoc, para petani di desa ini semakin siap menghadapi tantangan era digital.
Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan pada Senin, 27 Januari 2025, bertepatan dengan acara sarasehan RW 5 Dukuh Doho, Desa Lawu, bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Mengingat mayoritas penduduk Desa Lawu berprofesi sebagai petani, digitalisasi pertanian menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
TaniDoc, aplikasi yang diluncurkan oleh PT Nufarm Indonesia pada tahun 2023, menawarkan berbagai fitur menarik bagi petani. Mulai dari identifikasi penyakit tanaman secara akurat melalui foto, prediksi cuaca yang dapat membantu perencanaan tanam, hingga akses ke pasar yang lebih luas. Dengan demikian, petani dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan efisien dalam mengelola lahan pertanian mereka.
“Kami sangat antusias dengan sambutan positif dari para petani,” ujar Angelica Devi, mahasiswa KKN yang menjadi pelaksana program pelatihan. “Mereka sangat tertarik untuk mempelajari teknologi baru ini dan berharap dapat meningkatkan hasil panen mereka.”
Selain pelatihan, mahasiswa KKN juga membagikan buku panduan penggunaan TaniDoc sebagai referensi bagi peserta. Buku panduan ini berisi penjelasan rinci tentang setiap fitur aplikasi dan dilengkapi dengan contoh-contoh kasus yang mudah dipahami.
Sekretaris RW 5 Dukuh Doho menyambut baik inisiatif mahasiswa Undip ini. Menurutnya, digitalisasi pertanian sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan iklim. “Dengan adanya aplikasi TaniDoc, kami berharap petani di desa kami dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen,” ujarnya.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.