Tanah Datar, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Nagari Supayang di Kecamatan Salimpaung kini tidak lagi menjadi “permata tersembunyi” yang sunyi. Lewat sentuhan tangan dingin 15 mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP), nagari yang kaya akan pesona alam dan budaya Minangkabau ini tengah menjalani transformasi besar menjadi destinasi wisata berbasis digital.
Kehadiran tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Vokasional (KKN-TV) PNP sejak 13 September 2025 hingga awal Januari 2026 ini membawa misi strategis: memetakan aset desa yang selama ini luput dari radar wisatawan. Di bawah komando Muhammad Ibrahim, para mahasiswa vokasi ini tidak sekadar mengabdi, tetapi bertindak sebagai konsultan pengembangan destinasi.

Strategi 3 Pilar: Eksplorasi Hingga Digitalisasi
Tim KKN-TV PNP tidak bergerak secara acak. Mereka membawa roadmap terukur yang mencakup tiga langkah strategis untuk membangkitkan ekonomi lokal:
- Inventarisasi Aset: Mendata ulang situs sejarah, titik panorama alam, hingga kuliner autentik yang menjadi ciri khas Supayang.
- Digital Marketing: Merancang konten promosi modern agar kekayaan budaya Supayang mampu bersaing di pasar nasional maupun mancanegara.
- Mindset Sadar Wisata: Mengedukasi warga agar pariwisata tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi menjadi sumber penghidupan berkelanjutan.
Sinergi Akademisi dan Kearifan Lokal
Keberhasilan program ini didorong oleh kolaborasi lintas unsur. Tiga dosen pembimbing lapangan, yakni Ariani Tanjung, Rifdatul Husna, dan Derizal, memastikan setiap inovasi yang dibawa tetap selaras dengan norma dan budaya Minangkabau.
Pemerintah Nagari dan masyarakat setempat menyambut antusias gerakan ini. Mereka menyadari bahwa di era digital, keindahan alam saja tidak cukup tanpa adanya narasi dan promosi yang kuat di media sosial.
“Promosi sejarah dan alam Supayang adalah pintu kemajuan ekonomi. Tugas kami adalah memastikan warisan ini dikenal dunia tanpa menghilangkan jati dirinya,” ujar Muhammad Ibrahim, Ketua Tim KKN-TV PNP.
Para Penggerak Perubahan
Dibalik layar gerakan ini, terdapat 15 mahasiswa yang berdedikasi penuh mengabdi di Nagari Supayang: Muhammad Ibrahim (Ketua Tim), Wulan Aulia Fitri, Muhammad Al Ikhlas, Rizky Surya Ikhwan, Ulvi Asrani, Olivia Indri Susmita, Hazizah, Gebi Septia, Rahmat Harmawan, Dina Lorenza, Nouval Hadi, Dea Nanda, Maulana Ibrahim, Emi Rianti, Bunga Cariza dan Habill Eka Nugraha.
Dengan berakhirnya program ini pada 3 Januari 2026, Nagari Supayang kini memiliki fondasi kuat untuk bersaing sebagai destinasi unggulan di Sumatera Barat. Perpaduan antara teknologi informasi dan kearifan lokal terbukti menjadi kunci bagi desa-desa di Indonesia untuk naik kelas.

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu saja (Prioritas).
Kita Gak perlu memenangkan semua Pertempuran.
Tinggal di Padang Pariaman, Sumatera Barat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.