Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

EKBIS · 21 Feb 2025 09:20 WIB ·

Lumajang Bangkitkan ‘Raksasa Tidur’, 16 KUD Lawas Siap Direvitalisasi


					Lumajang Bangkitkan ‘Raksasa Tidur’, 16 KUD Lawas Siap Direvitalisasi Perbesar

Lumajang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Pemerintah Kabupaten Lumajang tengah memulai misi ambisius untuk membangunkan “raksasa tidur” ekonomi pedesaan. Sebanyak 16 Koperasi Unit Desa (KUD) dari total 29 lembaga yang berdiri sejak era 1980-an akan segera direvitalisasi. Langkah ini diambil guna mengembalikan kejayaan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi petani dan pelaku usaha mikro di desa.

Masalah utama yang membuat belasan KUD ini “mati suri” selama puluhan tahun bukanlah kekurangan modal, melainkan krisis regenerasi. Sebagian besar pengurus KUD merupakan figur lama yang sudah tidak aktif, sementara keterlibatan generasi muda dalam ekosistem koperasi masih sangat minim.

“Banyak pengurus lama yang sudah tidak aktif, sedangkan anggota baru belum banyak terlibat. Tahun ini, kami sudah berhasil mengaktifkan kembali dua KUD,” ujar Plt. Kepala Bidang Koperasi Diskopindag Lumajang, Sohib Gufron, pada Rabu (19/2/2025).

Strategi ‘Suntikan’ Tenaga Muda
Berbeda dengan pola lama yang hanya fokus pada bantuan dana, revitalisasi kali ini menggunakan pendekatan out of the box dengan menyasar sumber daya manusia. Diskopindag Lumajang mendorong pembaruan total kepengurusan dengan mengajak generasi muda (milenial dan Gen Z desa) untuk memimpin manajemen koperasi.

Pendampingan teknis dan pelatihan manajemen modern akan diberikan agar KUD tidak lagi dikelola secara tradisional. Tujuannya jelas: mengubah citra KUD dari lembaga “kuno” menjadi entitas bisnis desa yang profesional, digital, dan mampu mengakses pasar yang lebih luas.

KUD Sebagai Solusi Ekonomi Mandiri
Revitalisasi ini diharapkan menjadi jawaban konkret bagi petani yang sering kesulitan mengakses permodalan dan pemasaran. Dengan aktifnya kembali KUD, masyarakat desa akan memiliki wadah kolektif untuk meningkatkan posisi tawar produk pertanian mereka.

Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif agar KUD tidak hanya sekadar papan nama, tetapi kembali menjadi motor penggerak kesejahteraan. Dukungan dari pengusaha lokal dan partisipasi aktif warga desa menjadi kunci utama agar “raksasa” era 80-an ini bisa berlari kencang di era digital.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026

Samsat Budiman: BUMDesa Gesit Amankan Pajak Desa

30 Mei 2026 - 12:22 WIB

Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman

Strategi GAS Sragen 2026 Dongkrak Pendapatan Daerah

29 Mei 2026 - 16:44 WIB

Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen

Hilirisasi Pinang Lima Puluh Kota Menembus Pasar Ekspor

29 Mei 2026 - 10:45 WIB

Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Desa: Benarkah Sawah Terancam?

24 Mei 2026 - 15:07 WIB

Trending di EKBIS