Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

LINGKUNGAN · 9 Jul 2024 10:10 WIB ·

Longsor Tambang Suwawa Telan 33 Jiwa, Akses Evakuasi Terputus


					Longsor Tambang Suwawa Telan 33 Jiwa, Akses Evakuasi Terputus Perbesar

Banjir dan Longsor Bone Bolango: 33 Penambang Tewas, Tim SAR Hadapi Medan Berat

Bone Bolango, Gorontalo [DESA MERDEKA] Bencana banjir dan tanah longsor melanda lokasi pertambangan rakyat di Suwawa, tepatnya di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada Sabtu malam, 6 Juli 2024, sekitar pukul 23.45 WITA. Kejadian tragis ini dilaporkan telah menelan 33 korban jiwa yang merupakan pejuang nafkah keluarga, sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian dan beberapa mengalami luka-luka. Bencana ini juga menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah.

Kepala Basarnas Gorontalo, H. Heriyanto, S.Adm., mengungkapkan bahwa puluhan orang dilaporkan hilang pasca-bencana. Hingga saat ini, Tim SAR gabungan baru berhasil mengevakuasi 33 jenazah. Proses evakuasi terus dioptimalkan meskipun terkendala medan yang sangat berat.

Akses Jalan Lumpuh Total, Pencarian Korban Terhambat
Kendala utama yang dihadapi tim gabungan di lapangan adalah putusnya akses jalan menuju lokasi longsor. Beberapa jembatan penghubung kendaraan roda dua terputus akibat diterjang banjir, sehingga mobilisasi hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Gorontalo harus menggunakan unit mobil rescue dan membawa peralatan mountaineering serta alat evakuasi lainnya untuk mencapai lokasi. Tim SAR yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Tim Rescue KPP, IEA Gorontalo, BPBD Bone Bolango, Polsek Bone Bolango, masyarakat setempat, dan keluarga korban. Bahkan, bantuan dari Tim SAR Manado dikabarkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi tambang Suwawa untuk memperkuat operasi.

Selain kerusakan infrastruktur, cuaca di lokasi kejadian dilaporkan mendung dan terkadang turun hujan. Kondisi ini sangat mempengaruhi upaya pencarian dan evakuasi, menimbulkan kekhawatiran warga akan terjadinya bencana susulan yang dapat membahayakan tim penyelamat dan masyarakat di sekitar. Pemerintah daerah berupaya maksimal mendistribusikan makanan siap saji di tengah sulitnya akses.

Sorotan Tambang Rakyat dan Isu Lingkungan
Bencana ini terjadi setelah Gorontalo, khususnya Kabupaten Bone Bolango, diguyur hujan deras selama beberapa pekan terakhir, memicu banjir di banyak wilayah. Lokasi pertambangan Suwawa sendiri dulunya dikenal sebagai lumbung penghasilan bagi masyarakat, yang bahkan sempat berkembang menjadi semacam kota kecil dengan aktivitas ekonomi yang cukup ramai.

Tragedi ini menjadi sorotan utama media, baik arus utama maupun media sosial, yang kini dipenuhi himbauan pencarian informasi mengenai kondisi keluarga yang tertimbun. Kabar mengenai perkembangan korban, baik yang ditemukan meninggal maupun dalam proses pencarian, terus diinformasikan kepada publik.

Di tengah duka, beredar pula isu-isu tak terverifikasi di masyarakat. Beberapa kelompok mengaitkan bencana ini dengan ramalan supranatural atau menganggapnya sebagai “murka leluhur” akibat kerusakan lingkungan dan aktivitas sosial yang berkembang di area tambang tersebut. Ada pula cerita miris yang menyebutkan bahwa semakin banyak korban jiwa, semakin banyak emas yang akan bermunculan pasca-longsor, sebuah narasi yang mengabaikan penderitaan korban.

Pemerintah daerah dan Basarnas mengimbau masyarakat untuk fokus pada upaya evakuasi dan pencegahan bencana susulan serta mengabaikan isu-isu yang tidak berdasar. Prioritas saat ini adalah memaksimalkan proses evakuasi dan pencarian korban serta memberikan bantuan kemanusiaan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 13 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kolaborasi Anambas Foundation Ubah Wajah Lingkungan Kuala Maras

8 Juni 2026 - 13:19 WIB

Ancaman Agraria dan Bencana Ekologis Desa di Banjarnegara

26 Mei 2026 - 13:07 WIB

Bantuan Mobil Sampah Pangkas Transit Limbah Tarempa Barat

22 Mei 2026 - 16:34 WIB

Menguji ‘Nawaitu’ Warga Gununggempol Jadi Kiblat Sampah Nasional

18 Mei 2026 - 15:43 WIB

Benteng Akar Bambu: Cara Warga Naiola Menjinakkan Erosi Sungai

18 Mei 2026 - 14:59 WIB

Menagih Janji Bupati Saat Desa Sukses Mandiri Sampah

8 Mei 2026 - 04:40 WIB

Trending di LINGKUNGAN