Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

JALAN JAJAN · 27 Mar 2025 13:27 WIB ·

Libur Lebaran di Penglipuran: Barong Macan, Kuliner Tradisional, dan Pesona Hutan Bambu Menanti


					<em>Pengunjung menikmati pertunjukan Barong Macan di Desa Wisata Penglipuran, Bali, selama libur Idul Fitri. (Humas Desa Wisata Penglipuran)</em> Perbesar

Pengunjung menikmati pertunjukan Barong Macan di Desa Wisata Penglipuran, Bali, selama libur Idul Fitri. (Humas Desa Wisata Penglipuran)

Bangli [DESA MERDEKA] Desa Wisata Penglipuran, Bali, bersiap menyambut wisatawan dengan serangkaian atraksi budaya dan paket wisata eksklusif selama libur Idul Fitri. Pengelola desa telah menyiapkan berbagai kegiatan menarik untuk memberikan pengalaman tak terlupakan bagi pengunjung yang ingin menikmati nuansa budaya Bali yang otentik.

Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran, Wayan Sumiarsa, menyatakan pihaknya ingin memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan, terutama dalam suasana perayaan libur lebaran. “Kami telah menyiapkan atraksi budaya dan pengalaman khas agar wisatawan dapat merasakan kekayaan budaya Bali secara langsung,” ujar Sumiarsa, Kamis (27/3/2025).

Salah satu atraksi utama adalah pertunjukan Barong Macan, kesenian tradisional yang sarat makna budaya Bali. Barong Macan melambangkan keseimbangan antara kebaikan dan kejahatan, serta harmoni dengan alam. Pertunjukan ini akan digelar di Hutan Bambu Desa Penglipuran pada 30 Maret-6 April 2025 pukul 11.00 WITA.

Wisatawan juga dapat menikmati paket menginap eksklusif yang mencakup makan malam tradisional di jalan utama desa. Suasana pedesaan yang asri dan tenang akan memberikan pengalaman autentik bagi para tamu. “Kami ingin wisatawan merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Penglipuran yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur,” tambah Sumiarsa.

Selain itu, wisatawan dapat menyewa busana adat Bali dan menjelajahi Hutan Bambu Penglipuran seluas 45 hektare. Hutan bambu ini mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan budaya.

Sumiarsa mengakui adanya penurunan kunjungan wisatawan selama bulan puasa, mencapai 84% dibandingkan hari biasa. “Penurunan ini merupakan siklus tahunan, tetapi tahun ini lebih signifikan,” katanya. Jumlah wisatawan turun dari 4.700 menjadi 700 orang per hari, bahkan lebih rendah dari bulan puasa tahun lalu yang mencapai 1.700 orang per hari.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 79 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Nagari Anduriang Siap Jadi Destinasi Wisata Halal Unggulan

15 Juni 2026 - 08:54 WIB

Pasar Kampung Samiler: Branding Unik Desa Wisata Wonosunyo

15 Juni 2026 - 07:42 WIB

Satu Abad Jam Gadang, Momen Kebangkitan Wisata Minang

30 Mei 2026 - 05:43 WIB

Paket Wisata Hotel Mewah Wajib Gandeng Desa Wisata

17 Mei 2026 - 21:31 WIB

Mentawai: Menata Surga Dunia Agar Desa Tak Terpinggirkan

13 Mei 2026 - 09:40 WIB

Terobosan Guru MGMP IPS: Ubah Benteng Tua Jadi Ruang Kelas

2 Mei 2026 - 08:19 WIB

Trending di JALAN JAJAN