Luwu Timur, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Pemerintah Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, resmi menetapkan APBDes Pokok Tahun Anggaran 2026 senilai Rp3,38 miliar, Selasa (3/2/2026). Penetapan ini menjadi sorotan karena adanya perampingan drastis pada alokasi Dana Desa yang semula mencapai miliaran rupiah, kini menyusut menjadi sekitar Rp370 juta.
Langkah ekstrem ini diambil bukan tanpa alasan. Camat Wasuponda, Alamsyah, mengungkapkan bahwa pengurangan signifikan ini merupakan kebijakan pusat yang mengalihkan anggaran untuk prioritas nasional, yakni percepatan pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih.
“Mau tidak mau, kita harus melakukan perampingan rencana pembangunan desa. Ini adalah penyesuaian wajib karena adanya pergeseran prioritas negara,” tegas Alamsyah dalam musyawarah desa yang dihadiri BPD, tokoh masyarakat, dan pendamping desa tersebut.
Inovasi Wisata Sebagai Solusi “Paceklik” Dana
Meskipun modal dari pusat menyusut, Ledu-Ledu menolak untuk jalan di tempat. Strategi out of the box yang diambil adalah mengoptimalkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) melalui program PANDU JUARA (Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera). Fokus utama tahun ini adalah menyulap Air Terjun Meruruno Matabuntu menjadi bisnis pariwisata yang mandiri.
Ketua BUMDes Tepoaso, Hendra Tajuddin, menjelaskan bahwa desa kini sedang menyusun master plan infrastruktur bisnis di objek wisata tersebut. Tujuannya jelas: menciptakan sumber pendapatan baru agar desa tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Dana Desa di masa depan.
Menjaga Perut Warga Lewat Ketahanan Pangan
Di tengah efisiensi besar-besaran, sektor ketahanan pangan dipastikan tetap aman. Pemerintah desa berkomitmen bahwa urusan perut warga dan pengembangan ekonomi lokal melalui BUMDes tetap menjadi prioritas yang tidak boleh dikurangi kualitasnya.
Anggaran sebesar Rp3,38 miliar tersebut merupakan gabungan dari Pendapatan Asli Desa (PADes), Alokasi Dana Desa (ADD), Bagi Hasil Pajak (PBB), serta bantuan keuangan provinsi dan kabupaten. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menutup celah anggaran yang hilang akibat kebijakan sentralisasi koperasi nasional.
Melalui sinergi antara BUMDes dan sektor pertanian, Ledu-Ledu berambisi membuktikan bahwa pemangkasan anggaran pusat justru menjadi momentum bagi desa untuk mandiri secara finansial melalui sektor pariwisata.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.