Simeulue [DESA MERDEKA] – Suasana sukacita Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah di Kabupaten Simeulue, Aceh, terasa kurang lengkap bagi ribuan garda terdepan pelayanan masyarakat di tingkat desa. Bagaimana tidak, alih-alih menikmati kebersamaan dengan keluarga dengan kondisi finansial yang stabil, para aparatur desa ini justru harus merayakan Lebaran dengan perasaan gamang. Pasalnya, honorarium yang menjadi hak mereka sejak bulan Januari 2025 belum juga kunjung cair hingga awal April, tepat setelah perayaan hari kemenangan umat Islam.
Kondisi memprihatinkan ini dialami oleh seluruh elemen penting penggerak roda pemerintahan di 138 desa yang tersebar di seluruh penjuru Kabupaten Simeulue. Mulai dari kepala desa yang menjadi nahkoda, sekretaris desa (sekdes) sebagai juru tulis utama, para kepala urusan (kaur) yang mengelola berbagai bidang, kepala seksi (kasie) yang membidangi urusan teknis, hingga anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang menjadi representasi suara masyarakat, serta seluruh pegawai desa lainnya. Mereka terpaksa menelan pil pahit keterlambatan hak di tengah kebutuhan ekonomi yang lazimnya melonjak signifikan menjelang dan selama momen spesial Idul Fitri.
Salah seorang perangkat desa yang memilih untuk tidak disebutkan identitasnya tak dapat menyembunyikan nada keprihatinan dalam suaranya. “Kami sangat berharap honor ini bisa segera dicairkan. Sudah lebih dari tiga bulan kami bekerja tanpa menerima hak kami,” ujarnya dengan nada lirih. Ia menambahkan bahwa keterlambatan yang berkepanjangan ini memberikan dampak yang sangat memberatkan bagi kondisi ekonomi keluarganya, terutama dalam memenuhi berbagai kebutuhan pokok yang meningkat tajam selama bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri yang baru saja berlalu.
Menyikapi keluhan yang dirasakan oleh ribuan abdi negara di tingkat desa ini, Wakil Bupati Simeulue, Nusar Amin, sempat memberikan sedikit angin segar saat menggelar acara open house pada H+3 Lebaran beberapa waktu lalu. Di hadapan para aparatur desa yang hadir, ia menyampaikan secercah harapan terkait solusi atas permasalahan yang tengah membelit mereka.
“Alhamdulillah, ada kemungkinan dalam beberapa hari ke depan ini dana Dana Alokasi Umum (DAU) transfer dari pusat sudah masuk ke kas daerah,” ungkap Nusar Amin di tengah silaturahmi Lebaran. Kendati demikian, pernyataan tersebut belum memberikan kepastian waktu yang jelas kapan honorarium yang sangat dinantikan oleh para aparatur desa ini akan benar-benar mereka terima di rekening masing-masing.
Keterlambatan pembayaran honor yang sudah berlangsung cukup lama ini tentu saja menjadi pukulan psikologis dan ekonomi yang berat bagi ribuan aparatur desa di Kabupaten Simeulue. Mereka adalah ujung tombak pelayanan publik di tingkat paling bawah, yang seharusnya dapat bekerja dengan tenang dan fokus dalam melayani masyarakat. Harapan besar kini tertumpu pada pemerintah daerah agar segera mengambil langkah cepat dan efektif untuk mempercepat proses pencairan honorarium tersebut. Kesejahteraan mereka bukan hanya menyangkut urusan perut semata, namun juga berdampak langsung pada kualitas kinerja mereka dalam melayani masyarakat Simeulue.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.