Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Era baru kepemimpinan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Kedungwaru resmi dimulai. Dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang digelar Minggu (1/2/2026), Lantur Giyono terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PPDI Kedungwaru masa bakti 2026–2031 setelah mengantongi dukungan mutlak dari 19 desa.
Pemilihan yang berlangsung di Desa Rejoagung ini menandai pergeseran gaya kepemimpinan menuju transparansi berbasis digital. Menariknya, Ketua PPDI Kabupaten Tulungagung, Abdul Fatah, memberikan instruksi khusus agar pengurus baru wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban setiap tiga bulan sekali melalui grup WhatsApp pengurus. Langkah ini diambil untuk memastikan arus informasi dan koordinasi antarperangkat desa berjalan transparan serta real-time.
Sinergi dan Kesejahteraan Perangkat Desa
Lantur Giyono, yang menggantikan posisi Guntur Rudi, menegaskan bahwa fokus utamanya adalah memperkuat soliditas internal dan memperjuangkan kesejahteraan perangkat desa secara kolektif. Ia pun memaparkan program unggulan terkait penguatan Penghasilan Tetap (Siltap) serta peningkatan kapasitas digital bagi perangkat desa.
“Amanah ini tanggung jawab besar. Fokus kita ke depan adalah memperkuat sinergi dengan pemerintah kecamatan. Namun, saya ingatkan rekan-rekan untuk tetap patuh kepada Kepala Desa sebagai pemangku kebijakan di tingkat desa,” ujar Lantur dalam sambutan perdananya.
Jembatan Komunikasi Pemerintah Daerah
Acara ini dihadiri oleh tokoh penting, termasuk Camat Kedungwaru, Eko Heru Susanto, Plt. Kepala DPMD, serta anggota DPRD Tulungagung. Kehadiran lintas sektoral ini menunjukkan betapa strategisnya posisi PPDI dalam struktur pemerintahan.
Camat Kedungwaru berharap kepengurusan di bawah komando Lantur Giyono mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif. “Pengurus baru harus bisa mengakomodasi aspirasi perangkat desa sekaligus menyelaraskannya dengan program pemerintah daerah agar pelayanan publik semakin optimal,” tutur Eko Heru.
Dengan terpilihnya pengurus baru, PPDI Kedungwaru diharapkan mampu bertransformasi menjadi organisasi yang lebih modern, transparan, dan responsif terhadap tantangan digital di masa depan. (Liu)

jurnalis yang berusaha menjaga Marwah


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.