Lampung [DESA MERDEKA] – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung tengah gencar menyelenggarakan pelatihan vokasi bagi sumber daya manusia (SDM) desa. Program ini bertujuan untuk menggali potensi dan mendorong lahirnya inovasi oleh masyarakat di setiap desa. Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mewujudkan desa-desa mandiri dan berdaya saing tinggi.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, pada Selasa (3/6), di Lampung Utara, mengungkapkan pentingnya program ini. “Saat ini di setiap desa sedang dilakukan pelatihan. Kami sedang berupaya mendidik anak-anak muda desa, agar dari desa bisa muncul inovasi-inovasi untuk meningkatkan kualitas serta produktivitas sumber daya manusia di desa,” ujarnya.
Pelatihan vokasi dirancang untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja, khususnya di kalangan generasi muda desa. Dengan keahlian baru ini, diharapkan mereka tidak hanya mampu menciptakan inovasi, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola komoditas unggulan desa dan menggali potensi yang belum terjamah. “Melalui pelatihan vokasi bagi masyarakat desa, selain agar generasi muda desa bisa membuat inovasi juga memiliki keahlian mengelola komoditas yang ada di desanya sekaligus menggali potensi yang bisa dikembangkan dan bernilai tambah,” jelas Rahmat Mirzani Djausal.
Meningkatkan Daya Saing Desa Melalui Nilai Tambah Komoditas
Pemberian pelatihan vokasi kepada SDM desa juga menjadi salah satu langkah signifikan untuk meningkatkan daya saing desa agar lebih maju dan mandiri. Gubernur mencontohkan, komoditas unggulan seperti singkong yang biasanya diolah menjadi keripik, kini dapat ditingkatkan nilai jualnya melalui inovasi produk. “Biasanya komoditas unggulan di desa, seperti singkong kalau diolah biasa menjadi keripik akan tetapi kalau masyarakat desa sudah diberi pelatihan vokasi, maka akan ada inovasi dari singkong yang bernilai jual lebih tinggi,” imbuhnya.
Selain program pelatihan vokasi, pemerintah daerah juga telah memberikan pelatihan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk meningkatkan daya saing mereka. Selama ini, sebagian besar komoditas pertanian di desa seringkali diperdagangkan oleh pihak luar desa, sehingga keuntungan tidak sepenuhnya berputar di lingkungan desa. “Oleh karena itu kami siapkan agar BUMDes ini bisa mengusahakan komoditas agar lebih kompetitif, sehingga uang berputar di desa, lapangan pekerjaan terbuka di desa juga,” pungkas Rahmat Mirzani Djausal. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.