Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Ajak Desa Gali Potensi Lokal, Siapkan Ekonomi Berkelanjutan Pascatambang
Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, secara serius mulai mempersiapkan transformasi ekonomi daerah dari ketergantungan pada industri ekstraktif menuju sektor yang berkelanjutan. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengajak seluruh pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait untuk segera menggalakkan sumber daya pertanian dan keunggulan lokal sebagai fondasi utama transisi ini.
Ajakan ini disampaikan Bupati di Tenggarong pada Kamis, menekankan bahwa Kukar harus proaktif menyiapkan diri sebelum industri tambang batu bara dan migas berakhir.
“Ketika industri ekstraktif, baik tambang batu bara maupun migas, habis, maka akan jadi apa desa kita? Maka sejak dini harus menyiapkan diri dengan menggali dan mengembangkan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” ujar Bupati Aulia Rahman Basri dengan lugas.
Pengembangan Ekonomi Lokal sebagai Fondasi Utama
Bupati Kukar menegaskan pentingnya pembangunan ekonomi yang berbasis potensi lokal desa. Sektor-sektor seperti pertanian dalam arti luas (tanaman pangan, perkebunan), peternakan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, ditetapkan sebagai fokus utama.
Pemerintah Kabupaten Kukar telah membuktikan keseriusannya dalam pengembangan sektor ini. Upaya yang dilakukan mencakup:
- Pemberian rutin bantuan mesin dan peralatan kepada kelompok tani.
- Penyediaan akses permodalan melalui program Kredit Kukar Idaman tanpa agunan dengan plafon hingga Rp500 juta.
Sebelumnya, saat peletakan batu pertama pembangunan Kantor Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Selasa (2/12/2025), Bupati juga mengajak kepala desa untuk tidak hanya menggali potensi, tetapi juga melakukan pembangunan kawasan terintegrasi demi sinergi yang lebih optimal antar desa.
Kukar Lumbung Pangan Kaltim, Produksi Harus Ditingkatkan
Kukar saat ini telah menjadi lumbung pangan utama di Kalimantan Timur (Kaltim). Data menunjukkan kontribusi signifikan Kukar terhadap produksi gabah kering giling (GKG) provinsi:
- Pada tahun 2023, Kukar memproduksi sebanyak 115.103 ton GKG.
- Pada tahun 2024, produksi mencapai 106.553 ton GKG, yang menyumbang 50,71 persen dari total produksi GKG Kaltim.
Dari total luas panen padi di Kaltim tahun 2024 sebesar 57.143,29 hektare, Kabupaten Kukar memiliki luas panen terbesar, mencapai 26.744,87 hektare atau sebesar 46,80 persen. Kukar jauh melampaui produksi daerah lain, seperti Penajam Paser Utara (48.113 ton GKG di 2024) dan Paser (52.886 ton GKG di 2024).
Meskipun telah menjadi lumbung pangan Kaltim, Bupati menekankan bahwa produksi pangan harus terus ditingkatkan. Hal ini penting mengingat secara regional Kaltim masih harus mendatangkan beras dari luar daerah, sementara jumlah penduduk terus bertambah. Oleh karena itu, persiapan transformasi ekonomi melalui penguatan sektor pertanian dan potensi lokal desa menjadi kebijakan strategis yang mendesak bagi Kukar.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.