Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 19 Jul 2025 09:39 WIB ·

Kopi Geothermal Kamojang Tembus Ekspor, Sumbar Siap Mencontoh!


					Kopi Geothermal Kamojang Tembus Ekspor, Sumbar Siap Mencontoh! Perbesar

Garut, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menghadiri Panen Bersama dan Pelepasan Ekspor Kopi Kamojang di area Geothermal Kamojang, Kabupaten Garut, pada Jumat (18/7/2025). Kegiatan ini, yang diselenggarakan oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), menjadi momentum penting dalam mempromosikan pemanfaatan energi panas bumi untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan kopi.

Dalam acara tersebut, turut hadir Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Direktur Utama PGE, jajaran direksi Pertamina Group, serta para petani kopi binaan dari kawasan Kamojang. Gubernur Mahyeldi menyampaikan kekagumannya atas inovasi PGE dalam pengolahan kopi berbasis energi terbarukan.

“Apa yang dilakukan PGE di Kamojang ini luar biasa. Pemanfaatan uap panas bumi untuk mengeringkan kopi bukan hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan. Kami ingin belajar dari sini dan mengaplikasikannya di Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi. Ia melihat potensi besar untuk menerapkan model serupa di daerahnya.

Kopi Kamojang, yang dikenal sebagai Canaya Geothermal Coffee, telah berhasil menembus pasar ekspor ke Eropa dan Asia. Keunikan kopi ini terletak pada proses pengolahannya yang tidak konvensional. Kopi dikeringkan menggunakan teknologi rumah pengering geothermal, yang memanfaatkan langsung uap panas bumi dari PLTP Kamojang milik PGE. Proses ini terbukti menjaga kualitas rasa kopi, mengurangi emisi karbon, sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Data dari PGE menunjukkan bahwa pengeringan kopi dengan uap panas bumi mampu menurunkan emisi CO₂e hingga 4 ton per tahun. Selain itu, metode ini meningkatkan efisiensi produksi dan menambah penghasilan petani lebih dari Rp180 juta setiap tahunnya. “Saya percaya konsep seperti ini bisa menjadi contoh nasional. Jika kita bisa menggabungkan energi bersih dengan pemberdayaan ekonomi, dampaknya akan sangat luar biasa untuk masyarakat,” imbuh Mahyeldi.

Gubernur Mahyeldi juga menegaskan bahwa Sumatera Barat memiliki potensi panas bumi yang sangat besar, seperti di kawasan Solok Selatan, Pasaman, dan Agam. Ia berharap Kementerian ESDM bersama Pertamina dan mitra strategis lainnya dapat memperluas program inovatif ini ke daerah-daerah tersebut.

Kegiatan di Kamojang ini sekaligus menegaskan posisi PGE sebagai pionir dalam pemanfaatan energi panas bumi. Bukan hanya untuk pembangkit listrik, tetapi juga untuk mendukung sektor pertanian dan UMKM berbasis keberlanjutan. “Kopi Kamojang telah membuktikan bahwa energi terbarukan bisa menjadi bagian dari rantai ekonomi lokal yang berkelanjutan. Dan Sumbar siap menjadi bagian dari masa depan itu,” pungkas Mahyeldi.

Acara ditutup dengan seremoni panen bersama, pelepasan kontainer ekspor kopi ke Eropa dan Asia, serta kunjungan lapangan ke fasilitas rumah pengering geothermal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 111 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dukung Sport Tourism, BOM Run 2026 Dongkrak Sektor UMKM Padang

9 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Sinergi Antardesa: Cara Budi Prasetyawan Hidupkan Ekonomi Warga

8 Agustus 2026 - 01:33 WIB

Menjual Asa di Atas Kertas Birokrasi Desa

30 Juli 2026 - 15:42 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

28 Juli 2026 - 09:06 WIB

Peran Bundo Kanduang Kawal Ketertiban Umum Berbasis Adat

28 Juli 2026 - 08:24 WIB

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Trending di RAGAM