Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 25 Jan 2026 16:30 WIB ·

Koperasi Puspasari: Dari Modal “Rereongan” Hingga Aset Rp4 Miliar


					Koperasi Puspasari: Dari Modal “Rereongan” Hingga Aset Rp4 Miliar Perbesar

Tasikmalaya, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Siapa sangka, kekuatan ekonomi Desa Setiawaras, Kabupaten Tasikmalaya, bermula dari obrolan ringan ibu-ibu di teras rumah pada era 1970-an. Koperasi Warga Puspasari kini resmi bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan dengan mencatatkan total aset fantastis mencapai Rp4 miliar pada tutup buku tahun 2025.

Pencapaian ini diumumkan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar Sabtu (24/1/2026). Angka milyaran tersebut menjadi bukti bahwa model ekonomi berbasis kebersamaan atau “rereongan” mampu mengalahkan tantangan zaman, termasuk hantaman pandemi Covid-19.

“Koperasi ini adalah bukti sejarah yang hidup. Berawal dari modal simpan-pinjam anggota PKK sebesar Rp500 ribu, kini kami mengelola aset milyaran dengan 693 anggota aktif,” ungkap Ketua Koperasi Warga Puspasari, Encep Wardiman, Minggu (25/1/2026).

Transformasi Sembilan Unit Usaha
Jika dahulu para perintisnya hanya menjual perabot dapur dan sale pisang, kini di bawah kepemimpinan Encep sejak 2011, Puspasari telah menggurita ke sembilan unit usaha strategis. Inovasi ini dilakukan agar koperasi tetap relevan dengan kebutuhan modern masyarakat Cibalong.

Layanan koperasi kini meliputi:

  • Sektor Finansial: Simpan pinjam dan kredit barang elektronik.
  • Sektor Agraris: Permodalan ternak kambing, sapi, hingga pengadaan pupuk bagi petani.
  • Kolaborasi: Kerja sama dengan toko mitra dan rencana ekspansi bersama mitra strategis lainnya.

Transparansi Jadi Kunci Kepercayaan
Keberhasilan Puspasari mendapat apresiasi khusus dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Kabupaten Tasikmalaya. Kepala Bidang Koperasi, Indra Asmara, menilai pelaksanaan RAT yang tepat waktu adalah indikator utama kesehatan sebuah koperasi.

“Pengelolaan yang transparan dan akuntabel membuat aset terus meningkat. Ini adalah tantangan bagi pengurus untuk mempertahankan kepercayaan ratusan anggota di tengah gempuran pinjaman online dan lembaga keuangan modern,” ujar Indra.

Ke depan, Koperasi Warga Puspasari tidak hanya ingin menjadi lembaga simpan pinjam, tetapi tulang punggung ekonomi yang menjamin kedaulatan pangan dan kesejahteraan warga Desa Setiawaras secara berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Merti Dusun Kranggan 1 Jadi Ruang Warga Lestarikan Budaya Jawa

6 September 2026 - 23:13 WIB

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Trending di KABAR DESA