Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 8 Jul 2026 00:27 WIB ·

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Suntik Semangat Pelaku UMKM Sumbar, Ungkap 5 Kunci Sukses Hadapi Persaingan Era Digital


					Ketua DPRD Sumbar Muhidi Suntik Semangat Pelaku UMKM Sumbar, Ungkap 5 Kunci Sukses Hadapi Persaingan Era Digital Perbesar

PADANG,Sumatera Barat ( DESA MERDEKA) – Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat dan pesatnya perkembangan teknologi digital, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus berinovasi agar bisa naik kelas. Berangkat dari semangat tersebut, Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan UMKM, Senin (6/7/2026), sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya pelaku usaha di Ranah Minang.

Kegiatan yang berlangsung penuh antusias itu diikuti pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Selain mendapatkan materi tentang strategi pemasaran dan pengembangan bisnis, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun merek (branding), memanfaatkan teknologi digital, hingga memperluas jaringan usaha.
Salah seorang peserta, Trisa Zuhri, pelaku usaha rumah makan Ampera sekaligus pengelola rumah kos di kawasan Limau Manis, mengaku pelatihan tersebut memberikan banyak pengetahuan baru yang selama ini belum pernah ia peroleh.
Menurut Trisa, selama ini usahanya masih mengandalkan pelanggan di lingkungan sekitar sehingga ruang pengembangan usaha masih terbatas. Setelah mengikuti bimtek, ia mulai memahami strategi menentukan target pasar, meningkatkan penjualan, hingga memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana promosi.

“Selama ini usaha saya masih berjualan di lingkungan kampung. Setelah mengikuti pelatihan ini saya jadi tahu bagaimana memperluas pasar dan meningkatkan penjualan. Ilmu seperti ini sangat dibutuhkan pelaku UMKM, terutama bagi yang baru merintis usaha agar tidak berjalan di tempat,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan karena mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil agar lebih siap menghadapi persaingan.
Trisa juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPRD Sumbar Muhidi yang dinilainya memberikan perhatian nyata terhadap pengembangan UMKM melalui pelatihan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Muhidi menegaskan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga ditopang oleh ilmu, kemauan belajar, kedisiplinan, dan kemampuan membangun relasi.
Menurutnya, silaturahmi merupakan salah satu pintu pembuka rezeki. Dari hubungan yang baik akan lahir berbagai peluang kerja sama yang dapat membantu perkembangan usaha.
“Orang yang terus belajar akan memiliki bekal untuk menghadapi perubahan. Ilmu adalah investasi yang nilainya tidak pernah habis,” kata Muhidi.

Ia menjelaskan, DPRD Sumbar memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan UMKM melalui fungsi legislasi dengan melahirkan regulasi yang berpihak kepada pelaku usaha, fungsi anggaran melalui pengalokasian APBD untuk program pemberdayaan UMKM, serta fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah yang berkaitan dengan pengembangan usaha kecil.

Muhidi juga mengajak seluruh pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi. Menurutnya, produk yang berkualitas tidak akan berkembang maksimal apabila masyarakat tidak mengenalnya.
“Gunakan media sosial, website, maupun konten video sebagai sarana promosi. Di era digital, siapa yang mampu memanfaatkan teknologi akan lebih mudah memenangkan pasar,” ujarnya.

Di hadapan peserta, Muhidi membagikan lima resep sukses membangun usaha. Pertama, berani memulai meski belum merasa siap. Kedua, fokus pada langkah kecil sambil menjaga kualitas produk dan kepercayaan pelanggan. Ketiga, menjadikan disiplin sebagai kebiasaan utama. Keempat, tidak takut gagal karena keberhasilan membutuhkan proses dan kemampuan beradaptasi. Kelima, membiasakan menyelesaikan setiap pekerjaan hingga tuntas.

Ia menegaskan, kepercayaan pelanggan adalah aset terbesar dalam dunia usaha. Produk yang memiliki cita rasa dan kualitas yang konsisten akan melahirkan loyalitas konsumen, kemudian berkembang menjadi sebuah merek yang kuat.
Muhidi juga mengingatkan bahwa perubahan zaman tidak boleh ditakuti. Kemajuan teknologi justru harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing UMKM.

“Di dunia ini hanya ada dua pilihan, yaitu masalah dan peluang. Orang sukses adalah mereka yang mampu melihat peluang di tengah setiap perubahan,” tuturnya.
Melalui bimbingan teknis tersebut, Muhidi berharap lahir semakin banyak pelaku UMKM Sumatera Barat yang mampu berkembang, membuka lapangan kerja baru, serta menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan semangat belajar, beradaptasi, dan berkolaborasi, UMKM diyakini akan menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan ekonomi Sumbar yang lebih maju dan mandiri.( H)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menjaga Denyut Toyomarto: Monev APBDesa sebagai Kompas Menuju RKP 2027

7 Juli 2026 - 13:16 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Dari Tanah Ulayat Menuju Piala Gubernur: Kisah Inspiratif Simalanggang

30 Juni 2026 - 09:11 WIB

Miris! TPQ Desa Loleo Obi Selatan Telantar Jadi Gudang dan Penuh Kotoran Kambing, Generasi Muda Terancam Dampak Buruk

28 Juni 2026 - 13:38 WIB

Trending di RAGAM