Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

KESEHATAN · 24 Sep 2025 20:36 WIB ·

Kepala Puskesmas Pasimarannu Tekankan Pendampingan Penanganan Stunting di Bonea


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Upaya penanganan stunting di tingkat desa semakin digencarkan. Dalam forum rembuk stunting di Aula Desa Bonea, Selasa (23/9/2025), Kepala UPTD Puskesmas Pasimarannu, Mansur Alwan, AMG, menegaskan peran vital para kader posyandu dalam menekan angka kasus gizi kronis pada balita. Menurut data tenaga gizi Puskesmas, Desa Bonea masih mencatat 11 balita stunting yang menjadi prioritas intervensi.

Mansur menekankan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keaktifan kader posyandu di lapangan. Ia mendorong para kader untuk lebih proaktif melakukan kunjungan dari rumah ke rumah. Tujuannya tidak hanya memantau kondisi balita sasaran, tetapi juga mendampingi langsung orang tua dalam hal pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat.

Peserta rembuk stunting Desa Bonea duduk bersama membahas upaya pencegahan dan penanganan stunting bersama Puskesmas Pasimarannu.

Puskesmas Pasimarannu sendiri berkomitmen penuh mendukung upaya ini melalui serangkaian program. Bantuan tersebut mencakup distribusi multivitamin untuk balita stunting, pemberian susu bagi seluruh ibu hamil sebagai langkah preventif, serta tambahan susu khusus untuk balita yang mengalami kurang gizi atau berada di bawah garis merah. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi kolaboratif yang diyakini Mansur sebagai kunci keberhasilan.

“Semangat kolaborasi ini diharapkan akan terus terbangun, karena pencegahan stunting hanya bisa berhasil bila dijalankan bersama,” tegasnya.

Forum rembuk stunting ini menjadi simbol nyata dari sinergi lintas sektor di Desa Bonea. Acara tersebut dihadiri oleh Pjs Kepala Desa Bonea, Ratna Sihadji, serta berbagai elemen penting lainnya, termasuk pendamping desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua BPD, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat. Partisipasi dari berbagai pihak ini menunjukkan komitmen kolektif untuk mengatasi masalah stunting secara komprehensif.

Penanganan stunting bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga isu sosial dan ekonomi yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kader posyandu sebagai garda terdepan hingga perangkat desa dan tokoh masyarakat, program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak di Desa Bonea. Langkah ini menjadi model bagi desa-desa lain dalam menghadapi tantangan serupa demi mewujudkan generasi yang lebih sehat dan cerdas.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Proyek TRUST: Harapan Baru Rujukan Medis Warga Desa

14 April 2026 - 16:37 WIB

Moto SENYUM: Wajah Baru Layanan Kesehatan Halmahera Selatan

4 April 2026 - 08:44 WIB

Dokter Muda Jabar: Menjadi Cahaya Kesehatan di Pelosok Desa

1 April 2026 - 13:55 WIB

Jalan Santai Mahyeldi-Vasko: Cara Cair Dengar Aspirasi Warga

29 Maret 2026 - 20:56 WIB

Aksi Nyata PKK Samuya Kawal Ibu Hamil Berisiko

24 Maret 2026 - 16:16 WIB

Infus Maut Puskesmas Yaba: Saat Obat Kedaluwarsa Nyaris Mencabut Nyawa

22 Maret 2026 - 08:28 WIB

Trending di KESEHATAN