Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Halmahera Selatan, Asia Hasyim, diduga enggan menanggapi upaya konfirmasi dari awak media terkait isu penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Dana yang dikelola oleh Kepala Puskesmas Indari, Badawi Kamarullah, ini dikabarkan mencapai sekitar Rp1 miliar. Sikap yang diduga sebagai penolakan ini menimbulkan tanda tanya besar tentang transparansi pengelolaan anggaran kesehatan di daerah tersebut.
Isu ini berawal saat sejumlah jurnalis berusaha menemui Kepala Dinkes Asia Hasyim untuk mendapatkan klarifikasi mengenai penggunaan dana BOK di Puskesmas Indari. Dana BOK sendiri merupakan alokasi vital dari pemerintah yang dirancang untuk mendukung operasional puskesmas, termasuk pengadaan alat medis, pelaksanaan program kesehatan masyarakat, hingga honorarium bagi tenaga kesehatan. Namun, alih-alih memberikan penjelasan, Asia Hasyim justru tidak dapat ditemui.
Berdasarkan keterangan dari jurnalis di lapangan, upaya konfirmasi mereka terhambat oleh sekretaris pribadi (sespri) Kepala Dinkes. Sespri menyampaikan bahwa Kepala Dinkes sedang rapat dan tidak bisa diganggu. “Saya mencoba menemui Ibu Kadis, namun sespri masuk ke ruangannya dan menyampaikan bahwa beliau sedang rapat,” ujar seorang jurnalis yang enggan disebutkan namanya. Setelah kembali, sang sespri hanya menyampaikan pesan singkat. “Maaf, Bapak. Ibu bilang sedang rapat, jadi tidak bisa bertemu,” tutur jurnalis tersebut menirukan pesan yang disampaikan.
Meskipun telah ditolak pada percobaan pertama, jurnalis tidak menyerah. Mereka kembali mendatangi kantor Dinkes Halmahera Selatan untuk mendapatkan jawaban. Sayangnya, hasilnya tetap sama. Sespri kembali mengulangi pesan bahwa Kepala Dinkes tidak dapat menerima mereka. Namun, kali ini, sang sespri memberikan alasan yang lebih spesifik. “Ibu Kadis menyampaikan bahwa semua dana BOK masuk ke rekening Kapus, jadi silakan tanya langsung ke beliau,” ungkap sespri, mengutip pernyataan Asia Hazim.
Pernyataan yang mengarahkan awak media langsung kepada Kepala Puskesmas Indari, Badawi Kamarullah, ini justru memicu kecurigaan. Banyak pihak menduga bahwa sikap Kepala Dinkes ini merupakan upaya untuk menghindari tanggung jawab dan transparansi. Apalagi, nilai dana BOK yang diisukan bermasalah ini tidak sedikit, mencapai Rp1 miliar, yang seharusnya dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik. Dana tersebut merupakan uang rakyat yang dialokasikan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana BOK tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu praktik penyalahgunaan anggaran atau bahkan korupsi. Oleh sebab itu, transparansi dan akuntabilitas dari para pejabat kesehatan dan dinas terkait sangatlah krusial untuk memastikan setiap rupiah digunakan dengan efektif dan tepat sasaran. Hingga berita ini ditulis, Kepala Puskesmas Indari, Badawi Kamarullah, juga belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, Kepala Dinkes Halmahera Selatan, Asia Hasyim, tetap bungkam soal dugaan penolakan konfirmasi dan isu pengelolaan dana BOK.
Masyarakat dan pengamat kesehatan di Halmahera Selatan mendesak agar Dinkes Halmahera Selatan segera memberikan klarifikasi secara transparan demi menjaga kepercayaan publik. Akuntabilitas ini sangat penting untuk menjamin bahwa program kesehatan masyarakat berjalan optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kontributor Foto(s): Alimudin Abd Fatah.
Disclaimer Berita:
Berita ini dibuat berdasarkan pengamatan dan dugaan yang berkembang dari upaya konfirmasi jurnalis. Redaksi telah berupaya semaksimal mungkin untuk menghubungi pihak terkait demi mendapatkan klarifikasi. Sampai berita ini diterbitkan, pihak yang diduga terlibat belum memberikan tanggapan resmi. Redaksi akan memperbarui informasi jika ada pernyataan resmi dari pihak-pihak terkait.

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.