Jakarta [DESA MERDEKA] – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan kembali pentingnya kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh pihak dalam mewujudkan visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Hal ini diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan berbagai lembaga dan organisasi pendidikan dalam mengimplementasikan program-program prioritas.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa Kemendikdasmen telah menggandeng beragam mitra, mulai dari lembaga keagamaan, yayasan pendidikan, hingga perguruan tinggi. Sejumlah nama besar yang terlibat di antaranya adalah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama, Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah, Perkumpulan Ruang Belajar Aqil, The SMERU Research Institute, UNESCO, UNICEF, serta beberapa universitas terkemuka.
Menurut Gogot, kemitraan ini merupakan wujud semangat gotong royong untuk menyelaraskan program pendidikan. Sebagai tindak lanjut, di semester kedua 2025 ini berbagai bimbingan teknis (bimtek) sudah mulai dilaksanakan di beberapa sekolah sasaran.
“Dalam rangka percepatan implementasi, semua organisasi pendidikan tersebut bersepakat untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam menyelaraskan program pendidikan,” ungkap Gogot. “Tindak lanjut dari kerja sama tersebut salah satunya adalah pelaksanaan bimbingan teknis penguatan pendidikan karakter, pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial.”
Lingkup kerja sama ini tidak hanya terbatas pada program teknologi pendidikan seperti kecerdasan artifisial (AI) dan koding, tetapi juga mencakup program penguatan karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Revitalisasi Sekolah, Digitalisasi Pembelajaran, dan Penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Gogot menambahkan, bimtek yang kini sedang berjalan di Jawa Tengah merupakan salah satu contoh nyata dari kesepakatan tersebut. Kesiapan sekolah sasaran dan usulan dari Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah menjadi dasar pelaksanaannya. Rencana serupa juga akan segera dijalankan dengan mitra penyelenggara pendidikan lainnya, termasuk sekolah-sekolah negeri melalui skema pendanaan seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja.
Ditjen PAUD Dasmen membuka peluang bagi semua organisasi pendidikan yang memiliki program sejalan untuk berpartisipasi. Mitra-mitra yang telah diundang diberikan kesempatan untuk mengajukan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang selaras dengan prioritas Kemendikdasmen. Gogot memastikan bahwa seluruh mitra akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkolaborasi.
“Ditjen PAUD Dasmen senantiasa terbuka atas partisipasi seluruh pemangku kepentingan dan mitra pendidikan untuk bersama-sama mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” tutup Gogot.
Program ini ditargetkan menyentuh 45 ribu sekolah di seluruh Indonesia, baik penerima BOS Kinerja maupun BOS reguler dengan jumlah siswa besar. Pelaksanaan program pembelajaran mendalam, AI, dan koding ini merupakan langkah awal yang akan terus berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. Pada Agustus 2025, Kemendikdasmen juga berencana mengundang 70 lembaga mitra tahap kedua untuk menyusun tindak lanjut program-program prioritas tersebut.

Nanang Anna Noor, Jurnalis berpengalaman di media cetak,online dan televisi. Nanang Anna Noor juga seorang aktor film dan penyair Indonesia.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.