Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 22 Mei 2025 06:02 WIB ·

Kemendes PDT-Aisyiyah: Gebrakan Bangun Desa Maju!


					Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto (kiri), dan Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, Salmah Orbayinah (kanan), saat menandatangani Nota Kesepahaman untuk pembangunan desa di Yogyakarta, Selasa (20/5/2025). Perbesar

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto (kiri), dan Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, Salmah Orbayinah (kanan), saat menandatangani Nota Kesepahaman untuk pembangunan desa di Yogyakarta, Selasa (20/5/2025).

Yogyakarta [DESA MERDEKA] Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) resmi menggandeng Pimpinan Pusat Aisyiyah dalam upaya percepatan pembangunan desa di seluruh Indonesia. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) berlangsung di Kampus Universitas Aisyiyah, Yogyakarta, pada Selasa (20/5/2025), menandai kolaborasi strategis untuk mewujudkan desa-desa yang lebih tangguh dan berdaya.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto, menyambut baik kerja sama ini. Ia mengungkapkan optimismenya bahwa sinergi dengan Aisyiyah akan menjadi katalisator penting dalam menggenjot pembangunan desa yang menjadi fokus utama pemerintah saat ini. Mendes Yandri menegaskan, pembangunan desa merupakan fondasi strategis untuk pembangunan nasional. “Sejatinya kita membangun desa, kita juga membangun Indonesia,” ujarnya.

Yandri Susanto menjelaskan, Kemendes PDTT memiliki 12 Rencana Aksi yang dirancang untuk menjadikan desa lebih menarik dan mencegah arus urbanisasi besar-besaran. Ini merupakan pelajaran berharga dari fenomena di Jepang dan Korea Selatan, di mana populasi desa menyusut drastis. “Kita tidak mau tragedi Jepang, di mana Jepang saat ini penduduk desanya tersisa tujuh persen, dan Korea Selatan, 13 persen. Ini jangan sampai terjadi di Indonesia, bila itu terjadi akan membahayakan Indonesia,” tegasnya.

Pemerintah sendiri, lanjut Mendes Yandri, memiliki tiga fokus utama dalam pembangunan, yaitu pangan, pendidikan, dan desa. Hal ini selaras dengan Asta Cita ke-6 yang secara spesifik mengamanatkan “Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan.” Melihat kompleksitas persoalan di desa, termasuk ancaman seperti narkoba dan judi online, Mendes Yandri mengajak semua pihak untuk bersatu. “Mari kita kepung desa. Mari kita fokus di desa. Ayo kita lakukan gerakan secara menyeluruh di desa, kita sentuh jasmani dan rohaninya,” ajaknya.

Kolaborasi dengan PP Aisyiyah sangat diapresiasi oleh Kemendes PDTT. Aisyiyah dinilai telah memiliki infrastruktur yang lengkap dan jejaring yang mengakar hingga ke pelosok desa, mulai dari PAUD, sekolah dasar, hingga perguruan tinggi. “Kita ini bukan Superman tapi Super Team, jadi harus kolaborasi,” kata Yandri Susanto. Ia berharap MoU ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan, melainkan dapat terealisasi di seluruh desa di Indonesia, membawa perubahan signifikan bagi pembangunan.

Menyambut ajakan tersebut, Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menegaskan komitmen Aisyiyah untuk mendukung program-program Kemendes PDTT. Meskipun Aisyiyah adalah organisasi keagamaan, dakwah dan gerakannya mencakup seluruh aspek kehidupan. Lingkup kerja sama yang akan dijalankan meliputi pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, pencegahan kekerasan terhadap ibu dan anak, peningkatan kapasitas SDM desa, hingga adaptasi perubahan iklim.

Salmah juga menyoroti pentingnya literasi digital di desa. Menurut pantauan Aisyiyah, pemanfaatan teknologi di desa masih sangat kurang, menjadi salah satu alasan utama terjalinnya kerja sama ini. Dengan kolaborasi ini, diharapkan kesenjangan digital di pedesaan dapat teratasi, mendukung desa maju dan tangguh di era digital.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Anggota DPRD  Sumbar Sawal, Dalam Sosialisasi Perda Pencegahan Narkoba Ajak Seluruh Elemen Masyarakat  Pasaman Perkuat Pengawasan               

13 Juni 2026 - 15:43 WIB

Nanda Satria Dorong Pemahaman Keterbukaan Informasi bagi Masyarakat

13 Juni 2026 - 15:22 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

13 Juni 2026 - 06:06 WIB

Strategi Kalteng: Kepala Desa Garda Terdepan Kartu Huma Betang

11 Juni 2026 - 22:09 WIB

20 Desa Luwu Timur Tuntaskan Ujian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

11 Juni 2026 - 21:28 WIB

Skandal Desa Loleo: Tanda Tangan Orang Mati Menuju Penjara

11 Juni 2026 - 19:24 WIB

Trending di RAGAM