Pekalongan, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Bagaimana cara terbaik mensyukuri kemerdekaan? Bagi warga RW 02 dan RW 03 Kelurahan Mayangan, Kecamatan Wiradesa, jawabannya bukan sekadar seremoni, melainkan melalui prestasi lingkungan. Dalam malam tasyakuran HUT ke-79 RI, Jumat (16/8/2024), warga merayakan kemerdekaan dengan menyandang status baru: peraih juara kebersihan tingkat kelurahan.
Status juara ini memberikan warna berbeda pada malam refleksi tersebut. Di bawah tema “Berkah Urip, Guyup Rukun Saklawase”, warga membuktikan bahwa nasionalisme di era modern bisa diwujudkan melalui aksi nyata menjaga harmoni dan kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Bukan Sekadar Dzikir dan Tahlil
Acara yang dipandu oleh Pak Kholis ini dibuka dengan khidmat lewat lantunan dzikir dan tahlil yang dipimpin oleh Ustad Tarkhim. Namun, suasana spiritual ini segera bersinergi dengan semangat komunal saat Ketua RW 02, Ahmad Qudus, naik ke podium. Ia menegaskan bahwa gotong royong adalah tulang punggung pembangunan lingkungan.
“Acara ini adalah pengingat. Kekuatan kita bukan pada masing-masing orang, tapi pada seberapa erat tali persaudaraan yang kita jalin setiap harinya,” ungkap Ahmad Qudus di hadapan warga yang antusias.

Kemerdekaan dan Dedikasi Lingkungan
Sudut pandang menarik datang dari Ketua RW 03, Mustaqim. Ia tidak hanya mengajak warga menoleh ke belakang menghargai pengorbanan pahlawan, tetapi juga mengajak warga melihat kondisi lingkungan saat ini sebagai bentuk “perjuangan baru”.
Keberhasilan RW 02 dan RW 03 meraih juara kebersihan menjadi bukti bahwa semangat pahlawan masih hidup dalam bentuk kepedulian terhadap sanitasi dan kerapian desa. Menurut Mustaqim, kemerdekaan sejati adalah ketika masyarakat mampu hidup sehat dan rukun tanpa konflik internal.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas rezeki kehidupan (berkah urip). Pelepasan balon merah putih ke langit Wiradesa menjadi simbolisasi harapan agar Indonesia, dimulai dari Kelurahan Mayangan, terus tumbuh menjadi bangsa yang sejahtera dan berdaya saing.
Malam tasyakuran ini ditutup dengan doa bersama, mengunci janji warga untuk tetap guyub (bersatu) selamanya. Kelurahan Mayangan memberikan contoh bahwa merdeka itu sederhana: lingkungan bersih, warga rukun, dan hati yang senantiasa bersyukur.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.