Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

EKBIS · 16 Okt 2024 10:11 WIB ·

Kejar Target Protein Hewani: Peluang Emas Peternak Lokal Terbuka Lebar


					<em>Plt. Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy usai melantik Pengurus Wilayah ISPI Provinsi Jambi di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa malam (15/10/2024).</em> Perbesar

Plt. Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy usai melantik Pengurus Wilayah ISPI Provinsi Jambi di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa malam (15/10/2024).

Jambi [DESA MERDEKA] – Indonesia tengah berupaya keras mengejar ketertinggalan dalam memenuhi kebutuhan protein hewani, terutama daging dan susu. Keterbatasan produksi dalam negeri menjadi tantangan signifikan di tengah potensi peningkatan permintaan akibat program makan bergizi dan susu gratis pemerintah.

Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Audy Joinaldy, mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi sekitar 80% kebutuhan susu nasional. Padahal, kebutuhan akan protein hewani diprediksi akan terus melonjak.

“Ini adalah peluang emas yang sangat besar bagi kita semua, terutama para peternak di seluruh Indonesia,” tegas Audy saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus ISPI Provinsi Jambi baru-baru ini.

Lebih lanjut, Audy menyoroti bahwa tingkat konsumsi daging ayam di Indonesia juga masih tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia. Padahal, asupan protein hewani yang memadai memiliki peran krusial dalam mendukung pertumbuhan optimal anak-anak dan menjaga kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Menyikapi kondisi ini, ISPI menyerukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mengakselerasi peningkatan produksi daging dan susu di tingkat nasional. Beberapa langkah strategis yang diusulkan meliputi peningkatan populasi sapi perah secara signifikan, adopsi teknologi modern dan manajemen yang efektif untuk meningkatkan produktivitas peternakan, serta optimalisasi potensi peternakan yang beragam di setiap daerah.

ISPI Provinsi Jambi, sebagai kepengurusan yang baru dilantik, menyatakan komitmennya untuk berperan aktif dalam memajukan sektor peternakan di wilayahnya. Dengan sumber daya sarjana peternakan yang mumpuni, Jambi diyakini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sentra produksi pangan hewani yang berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

Pemenuhan kebutuhan protein hewani yang berkualitas memiliki implikasi penting terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Konsumsi makanan bergizi yang cukup dapat secara signifikan mencegah stunting pada anak-anak dan meningkatkan produktivitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, upaya kolektif untuk memajukan sektor peternakan menjadi krusial demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan berdaya saing.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dialog Sawit: Cara Sumbar Hindari Gesekan Pajak Air Permukaan

11 April 2026 - 12:27 WIB

Pajak Air Sawit: Antara Keuntungan Perusahaan dan Hak Desa

11 April 2026 - 12:08 WIB

UMKM Sundawenang Naik Kelas: Strategi Digital di Balai Desa

11 April 2026 - 02:09 WIB

Jangan Tunggu Viral: Merek Adalah Perisai UMKM Desa

7 April 2026 - 20:16 WIB

Menenun Identitas Ranah Minang Melalui Proteksi Kekayaan Intelektual

6 April 2026 - 16:41 WIB

Pemuda Kepulungan Pilih Bebek: Solusi Cuan Luar Pabrik

6 April 2026 - 08:17 WIB

Trending di EKBIS