Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Uang daerah ternyata punya daya pikat luar biasa jika dikelola dengan keberanian politik yang tepat. Langkah berani Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengalihkan rekening gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kas daerah ke Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari, kini membuahkan hasil yang konkret. Kebijakan ini tidak sekadar memindahkan angka di atas kertas, melainkan menjadi motor penggerak utama yang mendongkrak aset dan dana masyarakat di Bank Nagari Syariah secara eksponensial hingga mencetak rekor nasional.
Sebelum komitmen ini berjalan, kontribusi aset Bank Nagari Syariah terhadap induknya cenderung jalan di tempat, hanya berkisar antara 9% hingga 10% pada periode 2019 hingga 2022. Namun, setelah aliran dana segar dari kas daerah dan gaji birokrat masuk ke dalam sistem, peta kekuatan keuangan langsung berubah. Pada tahun 2024, kontribusi asetnya melonjak tajam hingga menyentuh angka 18,52%. Lompatan besar ini menempatkan Bank Nagari Syariah di posisi teratas dengan pertumbuhan tertinggi di antara seluruh UUS Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang ada di Indonesia.
Efek domino dari intervensi kebijakan ini langsung mengubah lanskap pasar perbankan di Ranah Minang. Berkat suntikan likuiditas dari dana publik tersebut, Bank Nagari Syariah sukses menguasai sebagian besar pangsa pasar aset, pembiayaan, hingga penghimpunan dana pihak ketiga berbasis syariah di tingkat provinsi. Penguatan modal ini secara tidak langsung mempertebal kapasitas bank daerah dalam menyalurkan pembiayaan produktif ke sektor akar rumput.
Gubernur Sumatera Barat berharap keberhasilan tata kelola modal daerah ini menular kepada para pengambil keputusan lain, mulai dari bupati, walikota, lembaga vertikal, hingga pengelola pondok pesantren dan organisasi kemasyarakatan. Sinergi ini penting agar likuiditas keuangan tidak mandek di pusat kota, melainkan berputar hingga ke unit ekonomi terkecil di tingkat nagari dan desa.
“Tidak semua orang mendapatkan amanah menjadi pemimpin, maka saat memimpin lakukan perubahan, buat kebijakan, dan ambil keputusan,” ungkap Gubernur, menegaskan pentingnya keteladanan nyata dari seorang pemimpin. Lewat ketegasan regulasi lokal inilah, model ekonomi syariah kini bukan lagi sekadar wacana di podium, melainkan mesin pertumbuhan rill yang memperkuat ketahanan finansial daerah secara inklusif.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.