Lama Tertunda, Kades Bonto Protes Keras Lambatnya Realisasi Jalan Hotmix ke Bupati Sinjai
Sinjai, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Kepala Desa Bonto, Sudirman, melayangkan protes keras dan terbuka kepada Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, terkait lambatnya realisasi pembangunan jalan hotmix Bonto-Tangkulu. Protes tersebut disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Sinjai Tengah pada Kamis, 20 Maret 2025. Jalan ini merupakan usulan prioritas yang diajukan secara berturut-turut sejak Musrenbang tahun 2022 hingga 2026, namun tak kunjung mendapatkan kepastian.
Dalam suasana Musrenbang yang seharusnya menjadi wadah perencanaan, Sudirman mempertanyakan keadilan dan transparansi dalam penetapan prioritas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sinjai. Pasalnya, usulan vital untuk jalan hotmix Bonto-Tangkulu dari Desa Bonto, serta usulan jalan Sattulu-Tangkulu dari Desa Pattongko, terus tertunda.
Kecewa Janji Infrastruktur Tak Terealisasi
Kekesalan Kades Sudirman memuncak karena penundaan tersebut selalu diwarnai alasan refocusing anggaran. Ia merasa kecewa karena di saat usulan desanya dan Desa Pattongko mandek, usulan pembangunan jalan Banyira-Matamatae dari Desa Baru yang diajukan pada periode yang sama justru sudah mendapat lampu hijau dan segera dikerjakan.
“Kenapa usulan prioritas kami yang sudah bertahun-tahun tidak diperhatikan, sementara usulan dari desa lain langsung dikerjakan?” tanya Sudirman dengan nada kecewa kepada Bupati Ratnawati Arif.
Ia menegaskan bahwa masyarakat desa tidak memahami istilah-istilah teknis anggaran seperti refocusing. Yang mereka harapkan adalah bukti nyata dari janji pemerintah daerah untuk membenahi infrastruktur.
“Masyarakat kami sudah kehilangan kepercayaan karena janji pembangunan jalan yang tidak kunis terealisasi,” tegasnya.
Sudirman berharap penetapan prioritas pembangunan infrastruktur di Sinjai Tengah dapat dilakukan secara adil, merata, dan bebas dari politisasi. Ia meminta Bupati Ratnawati Arif untuk segera merealisasikan usulan jalan di desanya tanpa penundaan lebih lanjut. Pentingnya jalan hotmix ini dinilai krusial untuk membuka aksesibilitas, menunjang perekonomian masyarakat, serta menghilangkan isolasi antarwilayah.
Menanggapi kritik dan protes keras dari Kepala Desa Bonto tersebut, Bupati Ratnawati Arif berjanji akan meninjau kembali semua usulan pembangunan yang masuk. Bupati berkomitmen untuk menyusun ulang prioritas alokasi anggaran, dengan mempertimbangkan tingkat urgensi kebutuhan masyarakat di setiap desa serta ketersediaan anggaran daerah.
Protes yang terjadi di tengah forum Musrenbang ini menyoroti kebutuhan mendesak akan transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah dalam menjalankan perencanaan pembangunan desa, terutama yang berkaitan dengan proyek infrastruktur dasar yang telah lama dinantikan masyarakat.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.