Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Kabupaten Semarang kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Gedongsongo Travel Mart (GTM) ke-6. Acara yang berlangsung pada 27-28 Agustus 2025 di The Wujil Resort & Conventions ini menjadi wadah strategis bagi pelaku pariwisata, komunitas kreatif, hingga pemerintah untuk memperkuat ekosistem pariwisata dan meningkatkan citra daerah.
Dengan tema “Xplore the Beauty of Kabupaten Semarang,” GTM kali ini tidak hanya sekadar ajang promosi, tetapi juga ruang temu bisnis antara pelaku usaha wisata dan calon pembeli. Berbagai destinasi unggulan Kabupaten Semarang diperkenalkan secara terpadu, mulai dari pesona sejarah Candi Gedongsongo, keindahan Rawa Pening, hingga kekayaan kuliner dan kerajinan lokal.
Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan, yang mewakili Bupati Semarang. Dalam sambutannya, ditegaskan bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan lokomotif utama pembangunan daerah. GTM diharapkan mampu memperluas jejaring, mendorong inovasi, dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Branding yang Kuat
Dukungan terhadap GTM ke-6 ini sangat kuat, terlihat dari kehadiran berbagai pihak lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Ketua DPRD, Kepala Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Lingkungan Hidup. Selain itu, perwakilan dari organisasi kepariwisataan seperti PHRI, ASITA, dan Pokdarwis juga turut hadir. Partisipasi lintas sektor ini menunjukkan GTM adalah platform yang menyatukan semua elemen untuk memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Semarang.
GTM juga menjadi instrumen penting dalam membentuk citra daerah atau city branding yang kuat. Melalui simbol Candi Gedongsongo yang konsisten dipromosikan, Kabupaten Semarang membangun narasi sebagai daerah yang kaya akan sejarah, keindahan alam, dan masyarakat kreatif. City branding ini krusial untuk menarik tidak hanya wisatawan, tetapi juga investasi, serta menumbuhkan kebanggaan warga lokal. Sebuah city branding yang kuat akan menegaskan diferensiasi dan membuat Kabupaten Semarang dikenal sebagai daerah yang ramah, kreatif, dan berdaya saing.
Dari Event Menuju Gerakan Pemberdayaan
Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang menekankan bahwa event seperti GTM harus menghasilkan dampak nyata yang terukur bagi masyarakat. Indikator keberhasilan yang perlu diperhatikan mencakup peningkatan transaksi bisnis, jumlah kunjungan wisatawan pasca-acara, keterlibatan UMKM lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan.
Pariwisata dan ekonomi kreatif adalah dua sisi mata uang yang saling menguatkan. Ketika wisatawan berkunjung ke suatu destinasi, mereka tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga dapat membeli produk kreatif lokal, seperti kerajinan tangan, olahan kuliner, atau menikmati pertunjukan seni. Pendekatan ini memastikan manfaat ekonomi dapat langsung dirasakan oleh masyarakat setempat, menjadikan event ini lebih bermakna dan berkelanjutan.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.