Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 11 Okt 2023 16:26 WIB ·

Jurus ATM Kemendagri: Sulap Desa Jadi Lumbung Uang


					Direktur Jenderal Bina Pemdes Kemendagri Eko Prasetyanto Purnomo Putro saat membuka acara pelatihan aparatur desa Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Rabu (11/10/2023). (Puspen Kementerian Dalam Negeri) Perbesar

Direktur Jenderal Bina Pemdes Kemendagri Eko Prasetyanto Purnomo Putro saat membuka acara pelatihan aparatur desa Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Rabu (11/10/2023). (Puspen Kementerian Dalam Negeri)

Jakarta [DESA MERDEKA] Jika desa lain bisa, mengapa desamu tidak? Begitulah kira-kira pesan yang digaungkan Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Eko Prasetyanto Purnomo Putro, kepada para aparatur desa di seluruh Indonesia. Saat membuka pelatihan Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Rabu lalu, Eko mengajak para pengelola desa untuk berani keluar dari zona nyaman dan mengadopsi pemikiran yang lebih inovatif.

Resep mujarab yang ditawarkan Eko terbilang sederhana namun efektif: ATM atau Amati, Tiru, dan Modifikasi. Ia menekankan pentingnya belajar dari desa-desa lain yang telah berhasil mencatatkan kemajuan signifikan. Indonesia, menurutnya, memiliki banyak contoh desa inspiratif yang layak untuk ditiru pola pikir inovatifnya.

Eko kemudian menyebutkan beberapa nama desa yang telah membuktikan diri mampu mendulang Pendapatan Asli Desa (PADes) yang fantastis. Desa Kutuh di Badung, Bali, misalnya, berhasil mencatatkan PADes hingga mencapai Rp50 miliar per tahun. Angka yang sungguh mencengangkan dan bisa menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk berbenah. Selain Kutuh, Eko juga mencontohkan Desa Ponggok di Klaten, Jawa Tengah; Desa Tirtonirmolo di Bantul, DI Yogyakarta; serta Desa Sri Mulyo, yang juga berada di Bantul. Keempat desa ini dianggap memiliki formula jitu dalam mengelola potensi desa hingga menghasilkan pundi-pundi pendapatan yang besar.

“Kalau desa-desa ini punya PADes tinggi, kenapa desa kita tidak bisa? Kita punya kesempatan yang sama. Mari kita tanamkan komitmen yang kuat untuk memajukan desa kita,” seru Eko dengan nada penuh semangat.

Dorongan untuk menggenjot PADes ini bukannya tanpa alasan. Eko menyoroti fakta bahwa selama periode 2016 hingga 2023, pemerintah pusat telah menggelontorkan dana desa dengan total mencapai Rp538,6 triliun. Namun, ironisnya, total PADes yang berhasil dihasilkan oleh seluruh desa di Indonesia baru menyentuh angka sekitar Rp2,6 triliun. Sebuah disparitas yang cukup besar dan mengindikasikan bahwa potensi dana desa belum dimanfaatkan secara optimal untuk kemandirian ekonomi desa.

“Masih banyak desa yang bergantung pada dana transfer dari pusat. Ini tentu memerlukan upaya-upaya keras dari kita semua untuk mengubah paradigma ini,” jelas Eko. Ia meyakini bahwa desa yang maju dan sejahtera akan menjadi magnet bagi penduduknya, terutama generasi muda yang produktif. Desa tidak lagi menjadi tempat yang ditinggalkan, melainkan menjadi ruang hidup dan penghidupan yang penuh harapan.

Lebih jauh lagi, Eko menekankan bahwa kemajuan ekonomi di tingkat desa akan berdampak positif pada pembangunan dan perekonomian secara nasional. Kedaulatan pangan pun akan semakin kokoh, mengingat desa selama ini telah menjadi tulang punggung penyedia pangan bagi seluruh bangsa.

Program P3PD sendiri, yang merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Bank Dunia (World Bank), bertujuan untuk meningkatkan kualitas belanja desa melalui pelatihan aparatur desa. Diharapkan, dengan aparatur desa yang lebih kompeten dan memiliki pola pikir inovatif, dana desa yang besar dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera, sesuai dengan resep ATM yang digaungkan Kemendagri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 31 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ujian Nyata Dua Kades PAW Bojonegoro Memimpin Desa

11 Juni 2026 - 18:40 WIB

Desa Ketanggan Berhasil Legalkan Tanah Aset Desa

9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pendaftaran Pilkades Serentak Belitung 2026 Resmi Dibuka

9 Juni 2026 - 18:42 WIB

Pilkades Subang 2026: Ironi Demokrasi dan Mahalnya Kursi Desa

9 Juni 2026 - 17:15 WIB

Polemik Lokasi TPS Rambunan Amian, Netralitas Panitia Dipertanyakan

9 Juni 2026 - 16:57 WIB

Program Desa Bersinar: Memperkuat Ketahanan Desa dari Narkoba

9 Juni 2026 - 15:45 WIB

Trending di DESA