Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKONOMI BISNIS · 27 Feb 2026 07:50 WIB ·

Jombang Kucurkan Rp5 Miliar Demi Selamatkan Petani Tembakau


					Jombang Kucurkan Rp5 Miliar Demi Selamatkan Petani Tembakau Perbesar

Jombang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten Jombang mengambil langkah berani untuk melindungi komoditas unggulannya. Di saat pemerintah pusat mencoret tembakau dari daftar penerima pupuk subsidi, Pemkab Jombang justru menyuntikkan dana segar sebesar Rp5 miliar dari APBD tahun ini. Langkah ini diambil sebagai “perisai” bagi petani agar tetap produktif meski dihantam harga pupuk nonsubsidi yang melambung tinggi.

Keputusan ini menjadi solusi vital karena tembakau merupakan tulang punggung ekonomi bagi ribuan warga Jombang. Tanpa campur tangan pemerintah daerah, biaya produksi petani dipastikan membengkak dan mengancam keberlangsungan industri tembakau lokal.

Pendataan Akurat Agar Tepat Sasaran
Kepala Dinas Pertanian Jombang, M. Rony, melalui Kabid Sarana dan Prasarana, Eko Purwanto, menegaskan bahwa proses saat ini telah memasuki tahap identifikasi lapangan. Dinas terkait sedang memetakan luas lahan dan kebutuhan riil kelompok tani untuk memastikan bantuan tidak salah sasaran.

“Insya Allah program ini tetap jalan. Kami sadar tembakau tidak lagi mendapat jatah subsidi pusat, maka daerah harus hadir,” jelas Eko Purwanto. Pendataan ini mencakup kebutuhan spesifik seperti pupuk NPK, ZA, hingga pupuk organik, mengingat setiap wilayah memiliki karakteristik tanah yang berbeda-beda.

Melawan Fluktuasi Harga dan Cuaca Ekstrem
Tantangan petani tembakau di Jombang saat ini memang berlipat ganda. Selain ketergantungan pada pupuk nonsubsidi yang harganya sering tak terkendali, faktor cuaca yang tidak menentu menjadi ancaman serius bagi kualitas daun tembakau.

Distribusi pupuk yang tepat waktu sangat krusial; keterlambatan sedikit saja dapat merusak kualitas panen. Dengan anggaran Rp5 miliar, Pemkab Jombang berupaya membagi sumber daya secara proporsional. Meski dana daerah terbatas, alokasi ini diharapkan mampu menjaga daya saing tembakau Jombang di pasar nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani yang selama ini berjuang mandiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KUB PMPL Desak KPPU Usut Jerat Utang PT PCP di Kaltara

16 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Data BPS Diabaikan, Pelatihan UMKM Sumbar Terjebak Rutinitas Seremonial

13 Oktober 2026 - 06:15 WIB

Mengubah Layanan UMKM Sumbar Menjadi Produk Laris Manis

9 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Stimulan Rp115 Miliar Sumbar: Proyek Mubazir Tanpa Pembeli Siaga?

3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Membedah “Karpet Merah” Ekosistem Kendaraan Listrik di Ranah Minang

2 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Paramadina Dorong Pemuda Cerdas Finansial dan Amankan Data

3 September 2026 - 06:03 WIB

Trending di EKONOMI BISNIS