Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 20 Jan 2026 22:10 WIB ·

Jembatan Pelang Rampung, “Nadi” Ekonomi 16 Desa Kembali Berdenyut


					Jembatan bailey penghubung 16 desa di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah rampung, Senin (19/1/2026). (Image courtesy-Pemkab Aceh Tengah) Perbesar

Jembatan bailey penghubung 16 desa di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah rampung, Senin (19/1/2026). (Image courtesy-Pemkab Aceh Tengah)

Aceh Tengah, Aceh [DESA MERDEKA] Akhirnya, isolasi total yang mencekik 16 desa di Kabupaten Aceh Tengah resmi berakhir. Pembangunan jembatan bailey yang menghubungkan Kecamatan Silih Nara dan Rusip Antara telah rampung dan kini sudah bisa dilintasi kendaraan. Kembalinya akses infrastruktur ini bukan sekadar urusan semen dan baja, melainkan simbol pulihnya urat nadi perekonomian masyarakat yang sempat lumpuh pasca-bencana.

Jembatan yang akrab disapa masyarakat sebagai Totor Pelang ini sebelumnya roboh diterjang banjir bandang pada akhir November 2025. Sejak saat itu, ribuan warga terkurung, distribusi hasil tani tersendat, dan layanan kesehatan pun sulit dijangkau. Namun, per Selasa (20/01/2026), kegembiraan menyelimuti warga saat Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, memantau langsung fungsionalitas jembatan tersebut.

“Hari ini masyarakat bahagia karena sudah bisa lewat. Ekonomi mulai bergerak kembali. Ini adalah harapan masyarakat sejak awal pasca-bencana,” ujar Haili Yoga dengan nada optimis.

Gotong Royong Lintas Sektor
Keberhasilan perbaikan jembatan ini merupakan buah manis dari kolaborasi “keroyokan” antara Kementerian PUPR, TNI, pemerintah daerah, hingga swadaya masyarakat setempat. Sinergi ini memungkinkan pembangunan dilakukan dengan tempo cepat guna meminimalisir dampak kerugian ekonomi yang lebih luas bagi petani di dataran tinggi tanah Gayo tersebut.

Meski jembatan bailey bersifat sementara, kualitasnya dirancang untuk menunjang aktivitas berat. Namun, pemerintah memberikan catatan tegas mengenai pembatasan beban. Kendaraan yang melintas dibatasi maksimal 15 hingga 20 ton. Hal ini krusial agar struktur jembatan tetap kokoh hingga pembangunan jembatan permanen dilakukan di masa mendatang.

Langkah Jangka Panjang: Jembatan Permanen
Bupati Haili Yoga menekankan bahwa jembatan bailey ini hanyalah solusi transisi. Pemerintah tengah menyiapkan rencana pembangunan jembatan permanen untuk memastikan keamanan dan kenyamanan transportasi dalam jangka panjang. Hingga saat itu tiba, pengawasan kolektif dari masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga aset vital ini dari kendaraan yang melebihi tonase.

“Mohon ini dijaga bersama. Jika ada kendaraan yang melebihi tonase, harus tegas. Ini jalan kita bersama. Pengawasan dari masyarakat sangat penting,” pungkasnya. Kini, dengan akses yang sudah terbuka, distribusi hasil perkebunan kopi dan palawija dari 16 desa tersebut diharapkan kembali normal, membawa angin segar bagi kesejahteraan warga Aceh Tengah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

APBD Sumbar 2027 Kritis, Anggaran Nagari Terancam Dipangkas

28 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Dapur Umum Lumpuh, Rendang Minang Jadi Penyelamat NTT

25 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Kisah Sukses Dr. Endrizal Hidupkan Ekonomi Pelosok Sumbar

24 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Trending di KABAR PEMDA