Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 1 Okt 2025 11:16 WIB ·

Jejaring Kolektif Serasi Jadi Wadah Lintas Komunitas Kreatif Semarang


					Jejaring Kolektif Serasi Jadi Wadah Lintas Komunitas Kreatif Semarang Perbesar

Banyubiru, Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang mengambil langkah signifikan dalam memajukan potensi lokal dengan menginisiasi pembentukan wadah lintas komunitas bernama “Jejaring Kolektif Serasi”. Inisiasi ini dipimpin oleh Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang, Dimas, dalam forum lintas pelaku ekonomi kreatif kabupaten Semarang, yang digelar di Rumah Srawung Sareng Banyubiru, Selasa (30/9/2025).

Dimas menjelaskan, pembentukan jejaring kolektif ini merupakan perwujudan komitmen bahwa Komite Ekonomi Kreatif harus lahir dari komunitas akar rumput. Selama ini, anggota komite merupakan representasi dari berbagai sektor kreatif, mulai dari film, game, seni pertunjukan, hingga desain. Jejaring kolektif ini berfungsi sebagai forum untuk mengorkestrasi aktivitas dan potensi dari berbagai komunitas tersebut secara terpadu dan berkelanjutan.

“Pertemuan sore ini, kami ingin menegaskan bahwa komite itu lahir dari komunitas akar rumput. Jejaring Kolektif Semarang Serasi ini adalah perwujudan bahwa akar rumput benar-benar hadir,” ujar Dimas.

Jejaring ini didorong untuk memanfaatkan kanal informasi yang telah dibentuk agar kalender event di Kabupaten Semarang tidak lagi didominasi oleh kegiatan dinas semata. Dimas menyampaikan kritik bahwa selama ini event seringkali identik dengan kegiatan birokrasi, padahal ruang kolaborasi antar komunitas, sanggar seni, dan pelaku industri kreatif sangatlah lengkap dan aktif.

Sebagai langkah nyata, Komite Ekonomi Kreatif juga memprogramkan Festival Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang. Festival ini digagas sebagai “lebarannya” para pelaku kreatif lokal, yang bertujuan menjahit potensi dan kreasi komunitas secara lebih lanjut.

Dimas mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap dinamika di lapangan yang sering luput dari perhatian dinas terkait. “Kritik kami terhadap teman-teman dinas itu tidak melihat dinamika yang terjadi di bawah. Jika kegiatan dari, oleh, dan untuk komunitas, dinas tinggal memfasilitasinya menjadi gerakan yang jauh lebih besar,” tegasnya.

Komite melihat potensi dan aset di kawasan Semarang sebagai kunci pembangunan ekonomi. Dengan menggerakkan potensi komunitas dan potensi kawasan, Kabupaten Semarang diyakini akan mencapai titik puncak kejayaan ekonomi kreatif.

“Kawasan Semarang dengan segala potensinya. Potensi akan jadi sekadar potensi kalau orkestrasi dan kegiatan aktivasi tidak dikerjakan,” kata Dimas. Ia menambahkan, proses aktivasi dari, oleh, dan untuk komunitas inilah yang akan menciptakan kapitalisasi yang berkelanjutan.

Langkah terdekat, Jejaring Kolektif Serasi direncanakan akan diresmikan oleh dinas terkait dan Bupati Semarang. Peresmian ini akan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Festival Ekonomi Kreatif, sesudah peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober. Komite berharap pemerintah mendukung penuh program yang memberdayakan seluruh komunitas, termasuk komunitas LKK, Tosan Aji, sanggar film, desain, dan fotografi, tanpa terkoneksi dengan kepentingan pihak-pihak tertentu.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

DPRD Sumbar dan Dinas Perpustakaan Siapkan Program Tingkatkan Minat Generasi Muda ke Perpustakaan

22 April 2026 - 21:25 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Asa Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Trending di RAGAM