Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

JALAN JAJAN · 28 Agu 2023 05:49 WIB ·

Jangan Bangun Wisata Pabrikan, Gus Halim Puji Petung Park


					Jangan Bangun Wisata Pabrikan, Gus Halim Puji Petung Park Perbesar

Mojokerto, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Tren pembangunan destinasi wisata yang seragam dan bersifat “pabrikan” mendapat kritik halus dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar. Saat mengunjungi Petung Park di Desa Belik, Trawas, Mojokerto, pria yang akrab disapa Gus Halim ini menegaskan bahwa kekuatan ekonomi desa terletak pada kejujuran alamnya, bukan pada bangunan beton yang dipaksakan.

Gus Halim memberikan apresiasi tinggi kepada BUMDesa Mulia Jaya yang berhasil menyulap kawasan rumpun bambu petung seluas dua hektare menjadi destinasi unggulan. Menurutnya, desa wisata seharusnya menjadi pelarian dari kepenatan kota, sehingga keasrian dan budaya lokal adalah “produk” utama yang paling dicari pelancong.

“Kembangkanlah potensi alam, apa pun kondisinya di situ. Eksplorasi semaksimal mungkin. Jangan membangun desa wisata dengan berbasis pabrikan,” tegas Gus Halim saat meninjau fasilitas gazebo bambu di Petung Park, Minggu (27/8/2023).

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengunjungi Desa Wisata Petung Park yang di Kelola BUMDes Mulya Jaya di Dusun Jibru, Desa Belik, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Minggu (27/8/2023)
Foto: Mugi/Kemendes PDTT

Keunikan Kuliner “Kecek” di Bawah Rumpun Bambu
Petung Park menawarkan pengalaman yang sulit ditemukan di destinasi modern. Keunikan utamanya adalah sensasi makan sambil “kecek” atau bermain air. Pengunjung dapat menikmati hidangan khas seperti bebek ngos, mentok, hingga ikan gurame di bawah gubuk yang dialiri air pegunungan jernih sebelum mengalir ke persawahan.

Sudut pandang out of the box ini menekankan bahwa bambu petung yang biasanya hanya dianggap sebagai material bangunan, kini menjadi magnet ekonomi. Area yang sejuk, nyaman, dan menyenangkan ini membuktikan bahwa investasi terbaik desa bukanlah semen dan baja, melainkan pemeliharaan ekosistem yang sudah ada.

Kolaborasi adalah Kunci bagi Desa Tanpa Wisata
Lebih jauh, Gus Halim memberikan solusi bagi desa-desa yang merasa tidak memiliki potensi wisata alam. Ia menyarankan agar desa tersebut tidak memaksakan diri membangun wisata buatan yang mahal, melainkan berkolaborasi dengan desa tetangga yang sudah memiliki magnet wisata.

“Desa yang tidak punya potensi wisata lebih baik berkolaborasi. Bisa melalui penyediaan lahan parkir, penitipan produk lokal BUMDesa, atau kerja sama strategis lainnya,” jelas mantan Ketua DPRD Jawa Timur tersebut.

Kunjungan yang didampingi oleh Ketua BUMDesa Mulia Jaya Naif Santoso, Kades Belik Mursidi, dan Ketua DPRD Mojokerto Ayni Zuroh ini mempertegas bahwa keberhasilan desa wisata diukur dari seberapa besar masyarakat mampu menjaga identitas pedesaannya sambil menggerakkan roda ekonomi melalui BUMDesa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 113 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Racikan Rempah Belakang Rumah: Primadona Baru Wisata Ambarawa

13 April 2026 - 17:51 WIB

Racikan Empon-Empon Ambarawa: Warisan Simbah yang Menembus Benteng

13 April 2026 - 15:57 WIB

Kampung Tenun Samarinda: Magnet Budaya di Gerbang IKN

2 April 2026 - 14:04 WIB

Pacu Kuda Padang Pariaman 2026: Magnet Ekonomi Perantau Pulang

29 Maret 2026 - 09:12 WIB

Stasiun Tuntang: Saat Kereta Tua Hidupi Ekonomi Desa

27 Maret 2026 - 08:07 WIB

Parkir “Nembak” Harga Rp20 Ribu Coreng Wajah Carocok Painan

25 Maret 2026 - 13:45 WIB

Trending di JALAN JAJAN