Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 27 Feb 2026 09:08 WIB ·

Jalur Mudik Sumbar Terbatas, Sistem Satu Arah Jadi Solusi


					Jalur Mudik Sumbar Terbatas, Sistem Satu Arah Jadi Solusi Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Tantangan mudik Lebaran 2026 di Sumatera Barat (Sumbar) diprediksi bakal jauh lebih berat. Akibat belum pulihnya jalur utama seperti Lembah Anai dan rusaknya rute Sicincin–Malalak pascabencana akhir 2025, Pemerintah Provinsi Sumbar resmi memberlakukan skema rekayasa lalu lintas yang ketat demi menghindari lumpuhnya mobilitas warga.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan bahwa beban kendaraan akan terkonsentrasi penuh pada koridor Padang–Bukittinggi. Minimnya jalur alternatif memaksa pemerintah mengambil langkah berani melalui sistem satu arah (one way) yang dijadwalkan secara presisi untuk memecah kebuntuan.

“Ruang manuver kita terbatas. Keselamatan adalah prioritas utama, sedangkan kelancaran akan mengikuti skema yang kita siapkan,” tegas Mahyeldi dalam Rapat Koordinasi bersama Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, di Padang, Kamis (26/2/2026).

Jadwal Ketat Sistem Satu Arah
Untuk mengantisipasi lonjakan perjalanan pada H+1 hingga H+5, berikut adalah skema one way yang akan diterapkan:

  • Pukul 10.00–14.00 WIB: Jalur searah dari Padang menuju Bukittinggi.
  • Pukul 14.00–18.00 WIB: Jalur searah dari Bukittinggi menuju Padang.

Pengaturan ini dirancang sedini mungkin mengingat kondisi geografis Sumbar yang ekstrem dengan tanjakan curam, tikungan tajam, serta lereng yang rawan longsor.

Fokus pada Keselamatan dan Keterlayanan
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, mengingatkan bahwa penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini tidak boleh hanya fokus pada kecepatan arus kendaraan. Aspek keselamatan dan kualitas layanan bagi pemudik harus menjadi napas utama koordinasi lintas sektor.

Masyarakat yang hendak bersilaturahmi maupun berwisata diimbau untuk memantau jadwal rekayasa lalu lintas ini agar tidak terjebak dalam kepadatan. Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat, Sumbar optimistis tetap bisa menyajikan pengalaman mudik yang aman meski di tengah keterbatasan infrastruktur jalan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gubernur Mahyeldi Apresiasi Dukungan Dunia Usaha Meriahkan Hari Jadi Sumbar ke-81

1 Oktober 2026 - 06:26 WIB

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau

19 September 2026 - 11:12 WIB

Menghidupkan “Mati Suri” Digital di Gerbang Batas Belu

19 September 2026 - 06:45 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Trending di KABAR PEMDA