Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 9 Jun 2025 20:34 WIB ·

Jalan Rusak Fatumnutu: Warga Oelnunuh Turun Tangan, Pemdes Dikritik Pedas


					Jalan Rusak Fatumnutu: Warga Oelnunuh Turun Tangan, Pemdes Dikritik Pedas Perbesar

Timor Tengah Selatan [DESA MERDEKA] Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Selatan (IKMA TTS) Kefamenanu melayangkan kritik tajam terhadap Pemerintah Desa Fatumnutu. Kritikan ini muncul lantaran lambatnya penanganan jalan rusak yang berada di wilayah desa tersebut, sebuah akses vital yang menghubungkan Desa Fatumnutu dengan Desa Oelnunuh. Kondisi jalan ini bukan sekadar persoalan fisik, melainkan menyangkut hajat hidup masyarakat, terutama dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Menurut pantauan media, inisiatif perbaikan jalan justru datang dari warga Desa Oelnunuh, meskipun kerusakan jalan secara administratif berada di wilayah Desa Fatumnutu. Ketua Umum IKMA TTS, Oskar Oryanto Fallo, mengungkapkan kekecewaannya saat ditemui di kediamannya pada Minggu (9/6/2025).

“Ini menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Desa Fatumnutu,” tegas Oskar. “Bagaimana mungkin warga desa lain yang turun tangan, sementara pemerintah desa sendiri terkesan diam?”

Perbaikan jalan rusak ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat Oelnunuh melalui kerja bakti. Dengan alat seadanya, mereka bergotong royong mengambil batu dan tanah untuk menimbun bagian jalan yang rusak parah agar tetap bisa dilewati. Upaya mandiri warga ini menyoroti minimnya perhatian pemerintah desa setempat terhadap infrastruktur desa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Menyikapi permasalahan ini, IKMA TTS berencana akan segera meminta audiensi resmi dengan Pemerintah Kabupaten TTS dalam waktu dekat. Audiensi ini bertujuan untuk menyampaikan langsung kritik serta masukan konstruktif terkait lemahnya pengawasan dan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur desa, khususnya akses jalan vital penghubung antarwilayah.

“Kami tidak bisa diam melihat ketidakadilan ini. Warga desa lain yang turun tangan, sementara pemerintah setempat justru pasif,” pungkas Oskar. Ia menambahkan, “Ini mencerminkan kegagalan dalam pengelolaan dana desa dan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.” Aksi mahasiswa ini diharapkan dapat mendorong Pemerintah Desa Fatumnutu dan Pemerintah Kabupaten TTS untuk segera bertindak mengatasi masalah jalan rusak yang telah lama dikeluhkan warga.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 180 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Petahana Juhendi Sulaeman Raih Nomor Urut 3 Pilkades Karanghaur

9 September 2026 - 13:29 WIB

Merti Dusun Kranggan 1 Jadi Ruang Warga Lestarikan Budaya Jawa

6 September 2026 - 23:13 WIB

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Trending di KABAR DESA