Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 4 Apr 2026 18:11 WIB ·

Jalan Kepulungan Ambles, Pohon Pisang Jadi “Polisi Lalu Lintas”


					Jalan Kepulungan Ambles, Pohon Pisang Jadi “Polisi Lalu Lintas” Perbesar

Pasuruan, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Jalur penghubung Kepulungan–Randupitu di Dusun Kabunan, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, terancam putus. Sebuah lubang besar sedalam 50 sentimeter menganga di tengah badan jalan kabupaten tersebut, Sabtu (4/4/2026). Sebagai langkah darurat sekaligus aksi protes, warga setempat terpaksa “menanam” pohon pisang di tengah aspal guna mencegah jatuhnya korban jiwa.

Kerusakan ini dilaporkan terus melebar sejak pertama kali terpantau pada Maret 2026. Sekretaris Desa Kepulungan, Fahruddin Salim, menyebut kondisi ini kian mengkhawatirkan karena di bawah jalan tersebut terdapat jalur irigasi aktif yang memicu kerentanan struktur tanah.

Irigasi di Bawah Aspal Jadi Pemicu
Ancaman ambrolnya jalan bukan tanpa alasan. Keberadaan saluran irigasi di bawah badan jalan diduga menjadi penyebab utama tanah di bawah aspal tergerus. “Kami khawatir bibir lubang semakin meluas, apalagi posisinya tepat di atas jalur irigasi,” ujar Fahruddin.

Ruas jalan ini merupakan jalur nadi yang padat kendaraan. Pengguna jalan menjadikannya akses utama menuju wilayah Randupitu, Beji, Pandaan, hingga Bangil. Jika dibiarkan, bukan hanya mobilitas ekonomi desa yang terhambat, namun nyawa pengendara menjadi taruhannya.

Respons Cepat Dinas Terkait Dinanti
Warga melaporkan hampir terjadi kecelakaan fatal pada Sabtu pagi saat seorang pemotor melaju kencang dan nyaris terperosok. Beruntung, inisiatif warga menandai lubang dengan pohon pisang memberikan peringatan visual bagi pengendara lain.

Menanggapi laporan ini, Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDA, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan, Etrina, menyatakan akan segera menerjunkan tim. “Terima kasih informasinya. Segera kami koordinasikan secara internal dan tim survei akan dikirim ke lokasi,” ungkapnya singkat. Warga kini menunggu aksi nyata sebelum lubang tersebut benar-benar memutus akses desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Diduga Beda Nama, Ijazah Balon Kades Karangsegar Dipersoalkan

19 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Warga Lubuk Minturun Desak DPRD Sumbar Benahi Sekolah

19 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Dilema UMKM Nagari Pangian Lintau Buo Menembus TikTok Shop

18 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Trending di KABAR DESA