Kotabaru, Kalimantan Selatan [DESA MERDEKA] – Terisolasi karena akses jalan yang rusak kini tinggal cerita bagi warga Desa Talusi, Kecamatan Pamukan Selatan. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123, Satgas TNI melakukan “bedah infrastruktur” dengan melakukan pengerasan jalan sepanjang 1.259 meter. Proyek ini menjadi prioritas utama untuk memastikan urat nadi ekonomi warga di Kabupaten Kotabaru tidak lagi lumpuh akibat medan yang sulit.
Jalan selebar 6 meter tersebut kini bertransformasi dari jalur tanah yang sulit dilewati menjadi akses transportasi yang kokoh. Dampaknya instan: warga kini memiliki kepastian waktu dan biaya saat hendak membawa hasil bumi ke pasar, menjangkau layanan kesehatan, maupun mengantar anak sekolah.
Gotong Royong: Mesin Penggerak di Balik Alat Berat
Komandan Satgas TMMD ke-123, Letkol Inf Bayu Oktavianto Sudibyo, mengungkapkan bahwa proyek ini bukan sekadar pengerjaan fisik oleh militer. Keberhasilan pengerasan jalan ini adalah buah dari kolaborasi organik antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan antusiasme warga lokal.
“Kami memprioritaskan jalan ini karena merupakan kunci peningkatan kualitas hidup. Jika akses terbuka, maka pelayanan pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi akan mengalir dengan sendirinya,” tegas Letkol Inf Bayu.
Lebih dari Sekadar Pengerasan Jalan
Program TMMD ke-123 di Desa Talusi sebenarnya merupakan strategi pembangunan semesta. Selain infrastruktur jalan, program ini juga menyisir sektor kesehatan dan pendidikan yang selama ini terhambat oleh faktor geografis.
Bagi warga Talusi, kehadiran jalan ini adalah harapan baru. “Kami sangat senang, aktivitas sehari-hari jadi lebih cepat. Peluang untuk memasarkan produk desa ke luar wilayah kini terbuka lebar,” ujar salah satu warga setempat. Dengan tuntasnya pengerasan jalan ini, Desa Talusi bersiap meninggalkan status “daerah sulit” dan melaju menuju kemandirian ekonomi yang lebih stabil.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.