Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

RAGAM · 8 Mei 2023 21:43 WIB ·

Indonesia Gagas Jejaring Desa ASEAN, Fokus Pariwisata dan Digitalisasi


					Indonesia Gagas Jejaring Desa ASEAN, Fokus Pariwisata dan Digitalisasi Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] INDONESIA akan memimpin inisiatif penting dalam kerja sama regional dengan membentuk Jejaring Desa ASEAN. Pembentukan jejaring ini bertujuan menjadi wadah kolaborasi antar-desa di seluruh negara anggota untuk mendorong pembangunan perdesaan yang inklusif dan berkelanjutan. Jejaring Desa ASEAN rencananya akan disahkan secara resmi oleh para pemimpin negara pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-42 yang diselenggarakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada 9–11 Mei mendatang.

Inisiatif strategis ini didasari oleh fakta bahwa sekitar 64% populasi Asia Tenggara hidup di wilayah perdesaan, dengan tingkat kemiskinan 62% lebih tinggi dibandingkan masyarakat perkotaan. Data ini, seperti disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), menunjukkan bahwa percepatan pembangunan di kawasan harus memprioritaskan kawasan perdesaan. Kemenlu menilai, pedesaan memiliki potensi besar untuk mendukung pemulihan ekonomi dan memperkuat pilar Epicentrum of Growth di kawasan, meskipun saat ini dianggap kurang terberdayakan.

Fokus Kerja Sama: Pariwisata, Produk Unggulan, dan Digitalisasi
Direktur Advokasi dan Kerja Sama Desa dan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Muhammad Fachri, menjelaskan bahwa Jejaring Desa ASEAN akan berfokus pada tiga sektor kunci.

“Fokus Jejaring Desa ASEAN adalah kerja sama pembangunan sektor pariwisata, pengembangan produk unggulan, dan digitalisasi pedesaan,” kata Fachri.

Fachri berharap, melalui jejaring ini, desa-desa di negara anggota akan semakin terbuka peluangnya untuk memperoleh manfaat langsung dari kerja sama ASEAN dan mitra strategis lainnya, termasuk sektor swasta. Kementerian PDTT telah ditunjuk sebagai koordinator dan menargetkan pertemuan perdana Jejaring Desa ASEAN dapat dilaksanakan di Indonesia pada pertengahan tahun 2023.

Perkuat Identitas dan Saling Belajar Pengalaman Terbaik
Juru Bicara Kemenlu, Teuku Faizasyah, menekankan pentingnya kerja sama antar-desa ini. Menurutnya, inisiatif tersebut sangat bermanfaat untuk saling berbagi pengalaman terbaik (best practices) dalam memajukan ekonomi perdesaan. Lebih dari itu, interaksi ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap penguatan identitas sesama anggota ASEAN.

Dengan fokus pada penguatan ekonomi akar rumput melalui pariwisata dan digitalisasi, inisiatif Jejaring Desa ASEAN diharapkan mampu memberdayakan wilayah pedesaan di kawasan secara kolektif. Jejaring ini akan menjadi platform vital bagi komunitas perdesaan di Asia Tenggara untuk berkontribusi aktif dan memperoleh manfaat langsung dari dinamika pembangunan regional.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Satu Data dan Rapat Maraton Kunci Pemulihan Sumbar

6 Maret 2026 - 20:11 WIB

Desa Ekspor: Strategi Mendes Yandri Dongkrak Ekonomi Lokal

6 Maret 2026 - 19:14 WIB

Siasat Cerdas Schuster: Alasan Ilmuwan Belanda Bungkam Soal Mr. X

6 Maret 2026 - 16:09 WIB

Hikmah dari Seekor Ikan: Belajar Menjaga Lidah dari Gus Sentot

6 Maret 2026 - 15:42 WIB

Wagub Vasko Puji Semangat Gen Z Makmurkan Masjid

5 Maret 2026 - 10:16 WIB

Gubernur Mahyeldi Kejutan Sahur di Rumah Triplek Sawahlunto

5 Maret 2026 - 10:07 WIB

Trending di RAGAM