Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 14 Nov 2025 12:16 WIB ·

Ibu PKK Desa Tanjung Sukoharjo Mahir Kreasi Shibori UNNES


					Workshop Kreasi Tekstil Modern: Teknik Shibori/Sumber Foto : Pribadi/RizkyDinda Perbesar

Workshop Kreasi Tekstil Modern: Teknik Shibori/Sumber Foto : Pribadi/RizkyDinda

KKN UNNES Ajarkan Teknik Shibori, Ibu PKK Desa Tanjung Kembangkan Ekonomi Kreatif

Sukoharjo, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) GIAT 13 Universitas Negeri Semarang (UNNES) sukses menggelar Workshop Kreasi Tekstil Modern: Teknik Shibori di Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini disambut antusias oleh ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat, dan bertujuan untuk menumbuhkan semangat berkarya sekaligus mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis keterampilan tekstil di tingkat desa.

Melalui workshop ini, para peserta belajar teknik lipat, ikat, dan celup khas Shibori—seni pewarnaan kain tradisional Jepang—untuk menciptakan motif yang unik, estetis, dan memiliki nilai jual tinggi. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan desa dalam mendukung ekonomi lokal melalui produk kerajinan yang kreatif dan berkelanjutan.

Balai Desa Berubah Jadi Ruang Kreasi Penuh Warna
Workshop yang berlangsung di Balai Desa Tanjung menghadirkan suasana berbeda. Balai desa yang biasa menjadi tempat rapat, hari itu dipenuhi dengan kain putih, wadah pewarna alami, tali pengikat, dan tawa ceria ibu-ibu PKK. Sejak pagi, para ibu berdatangan dengan penuh rasa ingin tahu, mendengarkan penjelasan dari mahasiswa KKN mengenai sejarah dan filosofi di balik teknik Shibori.

Setelah pemaparan singkat, kegiatan dilanjutkan ke sesi praktik langsung. Antusiasme peserta terlihat jelas saat mereka sibuk menyiapkan pola lipatan, mengikat kain, dan mencelupkannya ke dalam pewarna.

“Wah, cantik sekali! Ternyata hasilnya bisa sebagus ini,” ujar salah satu ibu anggota PKK yang terkejut melihat motif tak terduga saat membuka ikatan kainnya.

Momen tersebut menunjukkan inti dari kegiatan ini: bukan hanya belajar teknik, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat berkarya. Setiap kain yang diolah menghasilkan corak dan karakter yang berbeda, mencerminkan keunikan setiap individu. Mahasiswa dan ibu-ibu PKK saling berinteraksi, membantu, dan berbagi semangat selama proses pewarnaan berlangsung.

Workshop Kreasi Tekstil Modern: Teknik Shibori/Sumber Foto : Pribadi/RizkyDinda

Shibori: Peluang Usaha Baru untuk Perempuan Desa
Lebih dari sekadar pelatihan keterampilan, kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam pemberdayaan perempuan desa. Melalui pelatihan Shibori, para ibu PKK diperkenalkan pada peluang usaha berbasis kreativitas tekstil. Produk seperti scarf, tote bag, pakaian, hingga taplak meja yang dihasilkan dari teknik ini memiliki daya tarik pasar yang kuat.

Mahasiswa KKN GIAT 13 UNNES turut memberikan wawasan tentang cara mengembangkan hasil karya menjadi produk bernilai jual. Dengan memanfaatkan bahan sederhana dan teknik yang relatif mudah dipelajari, Shibori berpotensi menjadi sumber penghasilan baru yang dapat menopang ekonomi keluarga dan desa.

Di akhir kegiatan, hasil karya Shibori para peserta dipamerkan di Balai Desa, mengubah ruangan tersebut menjadi galeri mini yang penuh warna. Motif-motif unik, mulai dari spiral, ombak, hingga corak abstrak, terpajang rapi sebagai simbol kreativitas dan ketekunan para ibu.

Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa KKN UNNES tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga menanamkan nilai kolaborasi, kemandirian, dan kreativitas di tengah masyarakat. Diharapkan, keterampilan Shibori ini dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan berkelanjutan di Desa Tanjung. Teknik mengikat dan mencelup kain ini menjadi simbol bagaimana warna, kerja sama, dan semangat belajar dapat menyatu untuk menciptakan perubahan positif dan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Terlihat Janggal dan Terlalu Dini, Pengacara Tersangka Kasus Pupuk “Ilegal” Tulungagung Angkat Bicara

25 Mei 2026 - 22:52 WIB

Strategi BUMDes dan Pemda Jaga Pangan Lokal dari Impor

24 Mei 2026 - 16:47 WIB

Indonesia di Persimpangan: Restorasi Kepercayaan Ekonomi Menembus Batas Desa

23 Mei 2026 - 14:58 WIB

Masyarakat Adat Tolak Skema Hutan Desa Sorong Selatan

22 Mei 2026 - 15:00 WIB

Mini Soccer Kalibukbuk: Hiburan Sehat Pemicu Ekonomi Desa

18 Mei 2026 - 14:05 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 29: Menguatkan Ekonomi Kreatif

17 Mei 2026 - 16:42 WIB

Trending di RAGAM