Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 21 Feb 2025 08:33 WIB ·

Ibu-Ibu Wuluhan Jember Sulap Sampah Dapur Jadi Cairan Ajaib


					Ibu-Ibu Wuluhan Jember Sulap Sampah Dapur Jadi Cairan Ajaib Perbesar

Wuluhan, Jember, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Siapa sangka, solusi atas tumpukan sampah rumah tangga ternyata ada di dalam botol-botol fermentasi garapan ibu-ibu PKK. Di Balai Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, para penggerak kesejahteraan keluarga ini sepakat melakukan “revolusi lingkungan” dengan mengubah limbah dapur menjadi Eco Enzyme, sebuah cairan organik multifungsi yang dijuluki sebagai cairan ajaib sejuta manfaat.

Dalam pertemuan rutin PKK se-Kecamatan Wuluhan pada Kamis (20/1/2025), fokus utama tidak lagi sekadar urusan administrasi, melainkan aksi nyata ekonomi sirkular. Dengan memanfaatkan sisa buah dan sayuran yang biasanya berakhir di tempat sampah, para anggota PKK dilatih untuk mandiri secara ekologi.

Strategi Dapur Ramah Lingkungan
Pelatihan pembuatan Eco Enzyme ini bertujuan membekali kader PKK dari enam desa di Wuluhan dengan keterampilan praktis. Cairan hasil fermentasi ini nantinya bisa digunakan sebagai pembersih lantai alami, pupuk organik, hingga pemurni udara, yang secara otomatis menekan pengeluaran rumah tangga untuk bahan kimia pembersih.

Pj Ketua Pembina PKK Desa Glundengan menekankan bahwa di tengah cuaca yang kian tidak menentu, kesadaran menjaga lingkungan dari unit terkecil—yaitu keluarga—adalah kunci. Inisiatif ini juga memperkuat sinergi antara Sekretariat serta Pokja I hingga IV untuk menjalankan program kerja yang lebih berkelanjutan.

Sinergi Lokal di Tengah Agenda Nasional
Selain isu lingkungan, pertemuan ini juga menjadi ajang penguatan sinergi organisasi. Para pengurus diingatkan untuk menjaga ritme kerja menjelang agenda besar di bulan April yang direncanakan berlangsung di Desa Kesilir.

Pertemuan ini juga sempat menyinggung momentum penting nasional, yakni pelantikan serentak 961 kepala daerah (Gubernur, Bupati, dan Wali Kota) yang dijadwalkan pada 20 Februari 2025. Pesan tersiratnya jelas: siapa pun pemimpinnya di tingkat atas, kesejahteraan dan ketahanan lingkungan di tingkat desa tetap berada di tangan kolektif warga, terutama ibu-ibu PKK.

Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas program kerja PKK agar tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat Wuluhan melalui inovasi pengolahan limbah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Diduga Beda Nama, Ijazah Balon Kades Karangsegar Dipersoalkan

19 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Trending di KABAR DESA