Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

KUMHANKAM · 10 Feb 2025 21:12 WIB ·

Hinaan “Wartawan Bodrex” Berujung Demo, Mendes Akhirnya Minta Maaf


					Hinaan “Wartawan Bodrex” Berujung Demo, Mendes Akhirnya Minta Maaf Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Pernyataan kontroversial Menteri Desa (Mendes) yang melabeli jurnalis dengan sebutan “abal-abal” dan “bodrex” akhirnya memicu gelombang protes. Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (Akpersi) merespons keras ucapan tersebut dengan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Desa, Senin (10/2/2025), guna menuntut pemulihan martabat profesi jurnalis.

Dipimpin langsung oleh Ketua Umum Akpersi, Rino Triyono, aksi ini menjadi pengingat bagi pejabat publik bahwa diksi yang merendahkan dapat melukai pilar keempat demokrasi. Meski Mendes mengklaim ucapannya tidak ditujukan kepada seluruh wartawan, narasi tersebut dianggap telah menciptakan multitafsir yang berbahaya bagi keselamatan dan kehormatan jurnalis di lapangan.

“Pernyataan itu sangat menyakitkan. Kami hadir untuk menegaskan bahwa profesi jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Tidak boleh ada lagi intimidasi atau narasi yang merendahkan kerja-kerja jurnalistik,” tegas Rino di tengah guyuran hujan.

Solidaritas Lintas Wilayah di Bawah Guyuran Hujan
Aksi yang dikawal ketat personel TNI dan Polri ini menunjukkan soliditas yang kuat. Perwakilan dari berbagai daerah turut hadir, mulai dari Ketua DPD Akpersi Jawa Barat (Baday), Ketua DPD Akpersi Banten (Yudianto), hingga Ketua DPC Akpersi Kabupaten Bekasi (Ahmad).

Meski kendala cuaca membuat jumlah massa menyusut dari perkiraan awal 100 orang menjadi 30 orang, esensi tuntutan tetap tersampaikan dengan lugas. Akpersi menuntut permohonan maaf terbuka guna memastikan preseden buruk ini tidak terulang kembali di masa depan.

Respons Kemendes dan Rekonsiliasi
Ketegangan sedikit mereda setelah Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Dr. Taufik Madjid, menerima perwakilan massa. Dalam mediasi tersebut, Taufik mengakui bahwa ucapan menteri telah menimbulkan kegaduhan dan multitafsir di tengah masyarakat.

Taufik mengonfirmasi bahwa Menteri Desa telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi melalui kanal media streaming. Pengakuan ini menandai keberhasilan perjuangan Akpersi dalam menjaga marwah profesi wartawan. Kejadian ini menjadi pelajaran mahal bagi setiap pejabat publik untuk lebih bijak dalam memilih kata, terutama saat berhadapan dengan fungsi kontrol sosial dari media.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 278 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Desa Loleo Merana: Dana Miliaran Mengalir Pembangunan Tetap Nihil

23 April 2026 - 22:56 WIB

Lawan Mafia Tanah: Polisi Segel Lahan Sengketa di Sawangan

22 April 2026 - 12:08 WIB

Luka di Pulau Obi: Saat Kebun Cengkeh Tergilas Tambang

19 April 2026 - 18:11 WIB

Sengkarut RSUP Nias: Prosedur Hukum Diklaim Cacat Formil

13 April 2026 - 16:01 WIB

Supeltas Semarang: Relawan Desa Penjaga Arus Lebaran

7 April 2026 - 19:43 WIB

Sidak Malam Lapas Banyuasin: Sapu Bersih Barang Terlarang

7 April 2026 - 08:36 WIB

Trending di KUMHANKAM