Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Ruang Sidang Utama DPRD Sumatera Barat yang biasanya riuh dengan debat kebijakan, mendadak berubah hangat pada Senin (16/3/2026). Bukan untuk rapat paripurna, melainkan menjadi saksi cairnya hubungan batin antara pimpinan dewan dengan seluruh lapisan pegawai, mulai dari ASN hingga tenaga outsourcing. Momentum ini menjadi cara unik lembaga legislatif Sumbar menghapus sekat hierarki demi membangun budaya kerja yang lebih sehat.
Alih-alih sekadar seremoni pengenyang perut, agenda buka puasa bersama ini dirancang sebagai ajang penguatan “modal sosial”. Kehadiran pimpinan di tengah-tengah tenaga kebersihan dan keamanan dalam satu meja makan mengirimkan pesan kuat tentang kesetaraan dan solidaritas internal.
Budaya Saling Tegur dalam Keluarga Besar
Wakil Ketua DPRD Sumbar, M. Iqra Chissa Putra, menegaskan bahwa komunikasi dua arah adalah nyawa dari profesionalisme. Ia justru meminta seluruh staf tidak sungkan memberikan teguran jika pimpinan melakukan kekeliruan. Sikap terbuka ini jarang ditemukan dalam struktur birokrasi yang biasanya kaku dan searah.
“Harapan saya kita menjadi satu keluarga besar Setwan. Jika saya salah, tolong diingatkan. Itu tanda kita berkeluarga, saling menjaga satu sama lain,” ungkap Iqra. Dengan membangun hubungan batin yang kuat, kendala komunikasi teknis dalam pekerjaan sehari-hari diharapkan dapat terkikis secara alami.
Soliditas: Mesin Penggerak Kinerja Organisasi
Secara psikologi organisasi, kedekatan emosional antara atasan dan bawahan terbukti mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan. Lingkungan kerja yang transparan dan penuh dukungan emosional membuat setiap personel merasa memiliki tanggung jawab lebih terhadap tujuan lembaga.
Melalui tradisi ini, Sekretariat DPRD Sumbar berupaya mengubah wajah kantor bukan lagi sebagai tempat kerja yang dingin, melainkan sebuah ekosistem yang saling menguatkan. Penguatan hubungan personal ini diyakini menjadi langkah awal yang jauh lebih efektif dibandingkan sekadar instruksi formal dalam meningkatkan kinerja organisasi di masa depan.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.