Pangandaran [DESA MERDEKA] – Hama babi hutan atau yang lebih dikenal dengan sebutan bagong semakin meresahkan para petani di Desa Putrapinggan, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Akibatnya, Pemerintah Desa Putrapinggan pun meminta bantuan kepada Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) untuk mengatasi masalah ini.
Kepala Desa Putrapinggan, Juhen, mengungkapkan bahwa babi hutan di wilayahnya yang berada di daerah pegunungan dengan kontur geografis naik turun, telah menjadi hama yang sangat merugikan para petani.
“Alhamdulillah sudah ada acc. Tapi, yang jadi catatan saya harus ada surat yang diperlukan. Seperti, koordinasi dengan pihak Koramil dan Polsek,” ujar Juhen saat dihubungi melalui pesan singkat.
Menanggapi pertanyaan mengenai adanya upaya warga untuk menjebak dan menangkap babi hutan, Juhen mengaku hingga kini belum ada warga yang berani melakukannya.
“Karena warga takut, kalau bagongnya enggak ketangkep terus nantinya dendam ke orang-orang,” katanya.

Meskipun demikian, Juhen mengatakan bahwa biasanya ada kelompok warga dari luar desa yang datang untuk menangkap babi hutan dengan membawa beberapa ekor anjing dan ranjau kawat berduri.
“Itu biasanya ada. Tapi kalau enggak ketangkep, babinya malah semakin ganas. Jadi kan bingung juga,” ucap Juhen.
Juhen juga menceritakan bahwa dahulu, pada tahun 1968, upaya untuk memberantas babi hutan yang sering menjadi hama dan merusak ladang warga, dilakukan melalui adu bagong dan anjing oleh masyarakat Pasundan di lahan atau hutan. Namun, seiring dengan perubahan zaman, tradisi ini berubah menjadi ajang judi atau kompetisi yang kemudian diprotes oleh sejumlah aktivisAnimal Welfare, sehingga kini jarang dilakukan.
Oleh karena itu, solusi terakhir yang diambil oleh Pemerintah Desa Putrapinggan adalah dengan meminta bantuan kepada Perbakin untuk menangkap atau menembak babi hutan yang sudah meresahkan para petani.
“Sekarang kan, di Pangandaran ada Perbakin. Jadi, kita minta tolong lah agar bisa menangkap hama itu,” ujarnya.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.