Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 9 Feb 2025 15:25 WIB ·

Hama Babi Hutan Resahkan Petani Pangandaran, Pemerintah Desa Minta Bantuan Perbakin


					Hama Babi Hutan Resahkan Petani Pangandaran, Pemerintah Desa Minta Bantuan Perbakin Perbesar

Pangandaran [DESA MERDEKA] – Hama babi hutan atau yang lebih dikenal dengan sebutan bagong semakin meresahkan para petani di Desa Putrapinggan, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Akibatnya, Pemerintah Desa Putrapinggan pun meminta bantuan kepada Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) untuk mengatasi masalah ini.

Kepala Desa Putrapinggan, Juhen, mengungkapkan bahwa babi hutan di wilayahnya yang berada di daerah pegunungan dengan kontur geografis naik turun, telah menjadi hama yang sangat merugikan para petani.

“Alhamdulillah sudah ada acc. Tapi, yang jadi catatan saya harus ada surat yang diperlukan. Seperti, koordinasi dengan pihak Koramil dan Polsek,” ujar Juhen saat dihubungi melalui pesan singkat.

Menanggapi pertanyaan mengenai adanya upaya warga untuk menjebak dan menangkap babi hutan, Juhen mengaku hingga kini belum ada warga yang berani melakukannya.

“Karena warga takut, kalau bagongnya enggak ketangkep terus nantinya dendam ke orang-orang,” katanya.

Foto dokumentasi Seekor babi hutan berukuran jumbo yang kerap meresahkan warga Dusun Sukamukti, Desa Sukawening, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Warga Kalipucang Pangandaran minta bantuan Perbakin untuk tangkap babi hutan (Image courtesy: Tribunpriangan.com)

Meskipun demikian, Juhen mengatakan bahwa biasanya ada kelompok warga dari luar desa yang datang untuk menangkap babi hutan dengan membawa beberapa ekor anjing dan ranjau kawat berduri.

“Itu biasanya ada. Tapi kalau enggak ketangkep, babinya malah semakin ganas. Jadi kan bingung juga,” ucap Juhen.

Juhen juga menceritakan bahwa dahulu, pada tahun 1968, upaya untuk memberantas babi hutan yang sering menjadi hama dan merusak ladang warga, dilakukan melalui adu bagong dan anjing oleh masyarakat Pasundan di lahan atau hutan. Namun, seiring dengan perubahan zaman, tradisi ini berubah menjadi ajang judi atau kompetisi yang kemudian diprotes oleh sejumlah aktivisAnimal Welfare, sehingga kini jarang dilakukan.

Oleh karena itu, solusi terakhir yang diambil oleh Pemerintah Desa Putrapinggan adalah dengan meminta bantuan kepada Perbakin untuk menangkap atau menembak babi hutan yang sudah meresahkan para petani.

“Sekarang kan, di Pangandaran ada Perbakin. Jadi, kita minta tolong lah agar bisa menangkap hama itu,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN