Canti, Lampung Selatan [DESA MERDEKA] – Suasana penuh kehangatan dan kegembiraan mewarnai Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, pada momen Syawal ini. Masyarakat desa menggelar acara halal bihalal yang menjadi wadah silaturahmi akbar, terutama bagi para perantau yang kembali ke kampung halaman. Acara tahunan ini tidak hanya menjadi ajang melepas rindu, tetapi juga sarana mempererat tali persaudaraan antarwarga Desa Canti.
Keunikan halal bihalal di Desa Canti terletak pada semaraknya pertunjukan berbagai kesenian tradisional khas desa. Tahun ini, warga dan para perantau disuguhi penampilan memukau dari khudat (perpaduan tabuhan dan tarian), tupping (seni topeng), piccak (pencak silat), serta tradisi ngebuyu (menebar uang koin) yang selalu dinanti-nantikan. Momentum kepulangan para perantau atau mudik dimanfaatkan secara maksimal untuk menjadikan perayaan Khudat Syawal sebagai puncak acara silaturahmi yang sarat makna dan kegembiraan.
Ridwan Kusuma, M.Pd., seorang tokoh pemuda Desa Canti, menjelaskan bahwa rangkaian acara dimulai dengan inti kegiatan halal bihalal, di mana seluruh warga saling bermaaf-maafan. Setelah itu, kemeriahan dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni yang memukau. Sebagai pembuka, ditampilkan Tari Hajat Syawal yang anggun, diikuti dengan demonstrasi ketangkasan piccak silat yang memukau para penonton. Puncak acara kemudian tertuju pada prosesi arak-arakan pengantin simbolis (pengantin²an).
Dalam arak-arakan yang menjadi ciri khas Desa Canti ini, sembilan pasang pengantin²an turut serta. Jumlah ini memiliki makna simbolis, disesuaikan dengan jumlah tetua adat atau sembilan suku yang ada di Pekon Canti. Arak-arakan tersebut berjalan meriah diiringi oleh alunan tabuhan dan gerakan tari khudat yang enerjik. Barisan terdepan dalam arak-arakan dikawal oleh 12 tupping yang mengenakan topeng-topeng unik, melambangkan penjaga dan kekuatan pertahanan tradisi desa.
Tradisi halal bihalal yang dikemas dengan pertunjukan kesenian ini bukan hanya menjadi daya tarik utama bagi warga Desa Canti dan para perantau, tetapi juga berfungsi sebagai upaya pelestarian budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Melalui acara ini, generasi muda Desa Canti dapat menyaksikan dan menghayati kekayaan seni dan budaya yang dimiliki, sehingga nilai-nilai luhur tradisi tetap terjaga dan lestari di tengah perkembangan zaman. Keberadaan acara ini semakin mengukuhkan Desa Canti sebagai desa yang kaya akan tradisi dan memiliki ikatan sosial yang kuat.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.