Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKBIS · 10 Mei 2025 12:26 WIB ·

Gurihnya Ekspor Tuna Sumatera Barat ke Pasar Uni Emirat Arab


					Gurihnya Ekspor Tuna Sumatera Barat ke Pasar Uni Emirat Arab Perbesar

Padang Pariaman [DESA MERDEKA] Aroma segar laut dan optimisme tinggi merebak di ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman, Jumat (9/5/2025). Hari itu, catatan sejarah baru ditorehkan lewat pelepasan ekspor tuna sumatera barat perdana sebanyak 9,3 ton menuju Uni Emirat Arab (UEA). Angka nominalnya tidak main-main, mencapai Rp1,87 miliar. Namun, di balik seremonial mewah yang dihadiri para pejabat tinggi tersebut, ada cerita tentang keringat nelayan di nagari-nagari pesisir Sumatera Barat yang menjadi hulu dari gurihnya bisnis komoditas laut di pasar global ini.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, bersama Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menyaksikan langsung momentum krusial yang digerakkan oleh PT Dempo Andalas Sumatera. “Ini adalah kabar gembira yang membanggakan bagi Sumatera Barat. Produk unggulan kita, ikan tuna berkualitas tinggi, berhasil menembus pasar internasional,” ujar Mahyeldi dengan sumringah saat mendampingi Mendag.

Pemerintah rupanya tidak ingin cepat puas dengan pasar Timur Tengah. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa Uni Eropa kini menjadi bidikan utama untuk perluasan jangkauan pasar. Langkah lobi intensif terus dimatangkan ke berbagai negara di Benua Biru tersebut.

“Kami melihat potensi ekspor tuna sumatera barat dan nasional ini sangat besar di pasar Uni Eropa. Hasil lobi mulai terlihat nyata dengan adanya ketertarikan dari Tunisia,” ungkap Budi Santoso.

Penandatanganan kesepakatan perdagangan dengan Tunisia pun telah dijadwalkan pada 11 dan 12 Juni 2025 sebagai pintu gerbang baru.

Bagi wilayah hulu atau pedesaan pesisir di Sumbar, ambisi pemerintah mencapai target pertumbuhan ekspor nasional sebesar 7,1 persen pada tahun 2026 harus menjadi momentum emas. Kehadiran Mendag di ranah Minang merupakan wujud dukungan bagi pengusaha lokal untuk memperluas pasar ekspor produk perikanan.

Langkah perdana PT Dempo Andalas Sumatera ini diharapkan tidak sekadar menjadi transaksi dagang di atas kertas, melainkan menjadi pemicu bagi perusahaan lain. Lebih dari itu, nilai fantastis miliaran rupiah ini diharapkan mengalir balik ke bawah, memotivasi nelayan lokal untuk menjaga kualitas tangkapan, meningkatkan standar hidup di desa-desa nelayan, dan membawa harum nama Sumatera Barat di peta perdagangan dunia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ekonomi Halal Global Harus Dimulai dari Desa dan UMKM

23 Juli 2026 - 14:58 WIB

Kisah Sukses Marno Kembangkan Bakso Lewat Bimtek

25 Juni 2026 - 15:53 WIB

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026

Samsat Budiman: BUMDesa Gesit Amankan Pajak Desa

30 Mei 2026 - 12:22 WIB

Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman

Strategi GAS Sragen 2026 Dongkrak Pendapatan Daerah

29 Mei 2026 - 16:44 WIB

Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen
Trending di EKBIS