Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 7 Mar 2026 12:36 WIB ·

Gubernur Sumbar Dukung Pembatasan Medsos Anak Bawah 16 Tahun


					Gubernur Sumbar Dukung Pembatasan Medsos Anak Bawah 16 Tahun Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Masa depan generasi muda Sumatera Barat kini berada di bawah payung perlindungan digital yang lebih ketat. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, secara tegas mendukung kebijakan pemerintah pusat yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga fokus pendidikan dan karakter remaja dari paparan negatif dunia maya.

Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026, yang merupakan turunan dari PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Sterilisasi Gadget di Ruang Kelas
Dukungan terhadap regulasi digital ini juga diselaraskan dengan aturan di lingkungan sekolah. Mahyeldi mengungkapkan bahwa pihak sekolah kini mulai mengendalikan penggunaan telepon genggam secara ketat. Siswa dilarang membawa HP ke dalam kelas agar proses belajar mengajar berlangsung optimal tanpa gangguan notifikasi media sosial.

“Ini harus kita kendalikan bersama. Orang tua, sekolah, dan masyarakat harus bersinergi agar hal-hal yang merusak masa depan anak tidak dibiarkan begitu saja,” ujar Mahyeldi saat Safari Ramadan di Masjid Raya Limau Manis, Padang, Jumat (7/3/2026).

Smart Surau: Benteng Karakter di Tingkat Akar Rumput
Di tengah gempuran teknologi, Masjid Raya Limau Manis muncul sebagai model pembinaan karakter melalui program “Smart Surau”. Pengurus masjid memastikan anak-anak di kawasan tersebut tidak hanya terhindar dari dampak buruk gadget, tetapi juga terjamin pendidikannya.

Ketua Pengurus Masjid, Jasman, menegaskan komitmennya untuk mencegah anak putus sekolah karena kendala biaya. Selain pembinaan mental, Masjid Raya Limau Manis juga aktif melahirkan kader-kader berprestasi, termasuk juri MTQ tingkat provinsi.

Investasi Pendidikan Miliaran Rupiah
Sebagai bentuk aksi nyata, Pemerintah Provinsi Sumbar bersama BAZNAS menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp1,706 miliar untuk 1.706 siswa di Kota Padang. Selain itu, bantuan operasional masjid dan Al-Qur’an juga diserahkan untuk memperkuat ekosistem ibadah dan belajar masyarakat.

Langkah kolaboratif antara regulasi digital pusat, kebijakan sekolah, dan peran aktif masjid ini diharapkan mampu menciptakan “benteng” yang kokoh bagi anak-anak Sumatera Barat di tengah keriuhan dunia digital yang tanpa batas.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

APBD Sumbar 2027 Kritis, Anggaran Nagari Terancam Dipangkas

28 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Dapur Umum Lumpuh, Rendang Minang Jadi Penyelamat NTT

25 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Kisah Sukses Dr. Endrizal Hidupkan Ekonomi Pelosok Sumbar

24 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Trending di KABAR PEMDA