Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 13 Des 2025 09:00 WIB ·

Gubernur Sumbar Bantu Nelayan Terdampak Kayu Sisa Banjir


					Gubernur Sumbar Bantu Nelayan Terdampak Kayu Sisa Banjir Perbesar

Nelayan Padang Tak Bisa Melaut Akibat Tumpukan Kayu Banjir, Gubernur Mahyeldi Serahkan Bantuan

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Ratusan nelayan di kawasan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, terpaksa menghentikan total aktivitas melaut mereka menyusul cuaca ekstrem dan tumpukan kayu sisa banjir bandang yang memenuhi bibir pantai sejak akhir November. Menanggapi kondisi sulit ini, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, langsung meninjau lokasi dan menyerahkan bantuan paket sembako kepada 205 keluarga nelayan yang terdampak.

Bantuan logistik ini diserahkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat pesisir yang telah hampir dua minggu kehilangan sumber penghasilan utama. Penyerahan bantuan dilakukan di Pasia Nan Tigo pada Jumat, 12 Desember 2025.

“Kami datang membawa sedikit bantuan untuk meringankan beban para nelayan. Semoga ini menjadi penguat bagi bapak-bapak dan keluarga di rumah. InsyaAllah, kita hadapi kesulitan ini bersama,” ujar Gubernur Mahyeldi, menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir membantu masyarakat yang tengah berada dalam situasi sulit akibat bencana maupun cuaca ekstrem.

Bahaya Tumpukan Kayu dan Gelombang Tinggi
Menurut Gubernur, kondisi yang dialami nelayan bukan perkara ringan. Selain gelombang tinggi, risiko keselamatan jiwa dan perahu meningkat drastis karena bibir pantai dipadati kayu gelondongan yang terbawa banjir bandang. Kayu-kayu besar tersebut, yang terbawa arus sungai hingga ke laut, menumpuk di sepanjang pantai dan menghalangi jalur melaut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, Reti Wafda, menjelaskan bahwa total terdapat 20 kelompok nelayan dengan 205 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak di wilayah tersebut.

“Bibir pantai dipenuhi kayu gelondongan. Jika dipaksakan melaut, risikonya sangat besar untuk keselamatan jiwa dan perahu nelayan,” jelas Reti, menggarisbawahi alasan para nelayan tidak berani turun ke laut.

Bantuan Logistik dan Harapan Pembersihan Cepat
Sebagai dukungan empati dan pemulihan, Pemerintah Provinsi Sumbar menyerahkan bantuan logistik komprehensif. Setiap paket bantuan berisi beras 5 kg, mie instan, biskuit, minuman kaleng, sarden, susu kaleng, susu beruang, serta perlengkapan bayi seperti popok.

Bantuan diserahkan secara simbolis kepada ketua kelompok nelayan sebelum didistribusikan kepada seluruh anggota. Son Efendi, salah seorang nelayan Pasia Nan Tigo, menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat berarti, mengingat kondisi ekonomi mereka yang terhimpit karena tidak bekerja selama hampir dua minggu.

“Kayu besar-besar berserakan sampai ke tengah laut. Kalau perahu menabrak, bisa pecah. Kami tak berani melaut,” tuturnya. Ia juga menyebut kondisi laut pascabanjir benar-benar berubah drastis.

Para nelayan berharap pemerintah dapat segera mempercepat upaya pembersihan area pantai dan perairan agar aktivitas melaut bisa kembali normal. Jika kondisi tumpukan kayu ini tak kunjung berubah, dipastikan akan semakin mempersulit kondisi ekonomi ratusan keluarga nelayan tersebut.

Gubernur Mahyeldi didampingi oleh Ketua TP PKK Provinsi Sumbar, Ny. Harneli Mahyeldi, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto, dalam kunjungan tersebut.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Asa Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Bukan Sekadar Plakat: Vasko Ruseimy dan Solidaritas Kebencanaan Sumbar

17 April 2026 - 14:54 WIB

Trending di RAGAM