Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKONOMI BISNIS · 27 Agu 2025 22:00 WIB ·

Gubernur Sumbar Ajak Anak Muda Melek Investasi Syariah


					Gubernur Sumbar Ajak Anak Muda Melek Investasi Syariah Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah optimistis provinsi yang dipimpinnya berpotensi besar menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Potensi ini didasarkan pada besarnya populasi muslim di Sumbar yang mencapai 98 persen, serta kuatnya pegangan masyarakat terhadap falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Mahyeldi menyampaikan hal tersebut saat membuka acara Minangkabau Sharia Investment (MiSI) 2025 di Aula Kantor Gubernur, Selasa, 26 Agustus 2025. Namun, ia juga menyoroti satu tantangan utama: rendahnya literasi investasi syariah yang membuat masyarakat rentan terjebak dalam praktik investasi ilegal.

“Sumbar memiliki modal sosial dan budaya yang kuat untuk mengembangkan investasi syariah, tetapi rendahnya pemahaman membuat masyarakat mudah tergiur investasi ilegal. Oleh karena itu, edukasi keuangan syariah menjadi sebuah kebutuhan mendesak,” tegas Mahyeldi di hadapan para peserta.

Ia secara khusus mengajak generasi muda Sumbar untuk berani memanfaatkan peluang di pasar modal syariah yang terus tumbuh pesat. Menurutnya, instrumen seperti saham syariah, sukuk, dan reksa dana syariah dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah jika dikelola dengan pengetahuan yang memadai. Mahyeldi berharap, generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang cerdas dalam mengelola finansial dan menjadi energi baru bagi perekonomian Sumbar.

MiSI 2025 sendiri merupakan program kolaboratif antara Yayasan Zahabat Eksyar Indonesia (ZEI), Bursa Efek Indonesia (IDX), dan BeraniKarya.id. Acara ini dirancang dalam format talkshow interaktif dan diikuti oleh sekitar 100 peserta dari kalangan anak muda.

Direktur Eksekutif ZEI, Reza Firmansyah Hasibuan, menjelaskan bahwa MiSI 2025 bertujuan meluruskan anggapan keliru seputar investasi. “Masih banyak yang menganggap investasi itu rumit atau bahkan bertentangan dengan syariat. Melalui MiSI, kami ingin menunjukkan bahwa pasar modal syariah adalah ruang investasi yang aman, transparan, dan sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Sesi diskusi dalam acara ini menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), IDX, dan KISI Sekuritas, yang memberikan pemahaman komprehensif tentang mekanisme, regulasi, dan strategi berinvestasi secara aman. Antusiasme peserta terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mencerminkan kebutuhan akan informasi yang lebih mendalam mengenai investasi syariah. Acara bertema “Merdeka Finansial Tanpa Riba: Saatnya ke Pasar Modal Syariah” ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk KDEKS Sumbar, Bank Indonesia, dan komunitas mahasiswa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Suara Pelaku UMKM Sumbar: Butuh Legalitas Dan Keuangan

29 Juli 2026 - 14:45 WIB

Ekonomi Halal Global Harus Dimulai dari Desa dan UMKM

23 Juli 2026 - 14:58 WIB

Kisah Sukses Marno Kembangkan Bakso Lewat Bimtek

25 Juni 2026 - 15:53 WIB

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026

Samsat Budiman: BUMDesa Gesit Amankan Pajak Desa

30 Mei 2026 - 12:22 WIB

Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman
Trending di EKONOMI BISNIS