Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 13 Jul 2025 23:44 WIB ·

GRIB Jaya Pringsewu: Lawan Isu Negatif, Fokus Bakti Masyarakat


					GRIB Jaya Pringsewu: Lawan Isu Negatif, Fokus Bakti Masyarakat Perbesar

Pringsewu, Lampung [DESA MERDEKA] Organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pringsewu mengimbau seluruh anggotanya untuk bersikap bijak menyikapi isu yang berkembang, khususnya anggapan bahwa GRIB adalah organisasi preman. Imbauan ini disampaikan oleh Wakil Ketua I DPC GRIB Jaya Pringsewu, Alit Harto, mewakili Ketua DPC Edy Erwanto, dalam Rapat Koordinasi Anggota. Acara ini berlangsung di kediaman Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Pringsewu, Pekon Panutan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung, pada Minggu (13/7/2025).

Alit Harto mengakui bahwa isu ini berdampak besar, terutama bagi mereka yang terpengaruh informasi sepihak dari media sosial. Ia tidak menampik adanya pihak-pihak yang sengaja ingin menjatuhkan GRIB Jaya, namun menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia adalah negara hukum. “Selama Pemerintah Pusat melalui Kementerian Hukum dan HAM tidak mengeluarkan keputusan untuk membubarkan, kami tetap akan berbuat untuk organisasi dan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Alit juga menekankan pentingnya pertemuan rutin untuk membangkitkan semangat dalam organisasi. Ia menyatakan bahwa rapat koordinasi akan menjadi agenda bulanan yang akan bergilir di sembilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang ada di Pringsewu. Pertemuan ini diharapkan memperkuat soliditas dan pemahaman anggota terhadap visi organisasi.

Sebagai organisasi di bawah binaan Prabowo Subianto, GRIB Jaya Pringsewu berkomitmen untuk mengabdikan diri kepada masyarakat melalui kegiatan positif. “Harapan kami, kami bisa dan betul-betul bisa berbuat untuk masyarakat,” ujarnya. Alit menambahkan bahwa isu negatif yang beredar berpotensi menghilangkan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya berupaya keras menanamkan kembali kepercayaan bahwa GRIB Jaya tidak seperti isu yang berkembang saat ini.

GRIB Jaya bukanlah organisasi preman yang meresahkan masyarakat. “Sudah menjadi tanggung jawab kami bagaimana memberikan motivasi kepada anggota, untuk memberikan pemahaman bahwa negara kita ini negara hukum,” kata Alit. Ia menambahkan bahwa jika ada ormas yang melanggar hukum, pasti akan segera dibubarkan oleh aparat negara. “Sampai hari ini, tidak ada sedikitpun GRIB Jaya mengarah ke situ,” tegasnya.

Alit Harto mengajak seluruh anggota GRIB Jaya untuk tetap semangat. “Ini merupakan dinamika dalam organisasi dan sudah pasti ada dampaknya. Kita harus tetap menjaga kekompakan, menunjukkan kepada masyarakat bahwa GRIB Jaya hadir untuk masyarakat dan akan berbuat yang terbaik,” ajaknya.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), seluruh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC), pengurus ranting, serta seluruh anggota dari sembilan kecamatan di Pringsewu. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan dan komitmen terhadap arah organisasi yang positif.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Trending di RAGAM