Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 25 Apr 2025 19:46 WIB ·

Gerakan Indonesia Menanam: Menuju Swasembada Pangan untuk Indonesia Emas 2045


					Gerakan Indonesia Menanam: Menuju Swasembada Pangan untuk Indonesia Emas 2045 Perbesar

Banyuasin [DESA MERDEKA] – Pada tanggal 23 April 2025, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, meluncurkan program Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia, dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam upaya menanam tanaman pangan, baik di lahan pertanian besar maupun di pekarangan rumah. Gerina diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju swasembada pangan dan kemandirian pangan Indonesia.

Visi Ketahanan Pangan Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan Indonesia. Beliau menegaskan bahwa ketergantungan pada impor pangan harus segera diakhiri. “Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Tidak ada negara yang bisa berkembang tanpa ketahanan pangan yang kokoh,” ujar Presiden dalam pidatonya.

Program Gerina merupakan jawaban atas tantangan besar tersebut. Dengan semakin berkembangnya jumlah penduduk dan terbatasnya luas lahan pertanian, Indonesia harus memanfaatkan segala potensi yang ada untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan. “Kita harus mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia,” tambah Prabowo.

Koperasi Desa: Ujung Tombak Ketahanan Pangan

Salah satu aspek penting yang ditekankan dalam peluncuran Gerina adalah peran koperasi desa. Dalam program ini, koperasi desa diharapkan dapat menjadi pusat pengolahan, distribusi, dan pemasaran hasil pertanian. Koperasi desa juga diharapkan dapat menyediakan fasilitas penyimpanan yang memadai, sehingga hasil panen petani tidak rusak dan bisa dipasarkan dengan harga yang adil.

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa koperasi desa adalah kunci untuk memastikan bahwa hasil pertanian dapat terkelola dengan baik. “Melalui koperasi, kita dapat menjaga agar hasil pertanian petani tidak sia-sia dan bisa dipasarkan dengan harga yang layak,” katanya. Koperasi juga dapat menjadi penggerak ekonomi lokal yang memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

Inovasi dalam Pertanian: Teknologi Padi Terapung dan Vertikal

Salah satu inovasi yang diusung oleh Gerina adalah penerapan teknologi pertanian yang dapat mengoptimalkan penggunaan lahan terbatas. Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah padi terapung, yang memungkinkan penanaman padi di lahan rawa atau tanah yang sebelumnya dianggap tidak produktif. Teknologi ini dapat mengubah lahan rawa menjadi lahan yang subur dan mampu menghasilkan tanaman pangan yang menguntungkan.

Selain itu, Gerina juga mempromosikan pertanian vertikal, yaitu menanam tanaman secara bertingkat. Teknologi ini sangat berguna di daerah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan. Dengan pertanian vertikal, satu hektar lahan dapat dimanfaatkan secara maksimal, bahkan dapat menghasilkan hasil yang setara dengan 10 hektar lahan konvensional.

“Pertanian vertikal dan padi terapung adalah contoh bagaimana teknologi dapat mengatasi keterbatasan lahan dan meningkatkan hasil pertanian,” ujar Prabowo. Dengan penerapan teknologi ini, Indonesia diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak pangan dengan menggunakan lahan yang terbatas, terutama di kota-kota besar yang semakin padat penduduk.

Kolaborasi Masyarakat, Pemerintah, dan Sektor Swasta

Presiden Prabowo menekankan bahwa kesuksesan Gerina tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan aktif dari seluruh lapisan masyarakat dan sektor swasta. “Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta harus bekerja sama untuk memastikan keberhasilan program ini,” kata Presiden.

Pemerintah akan terus memberikan dukungan kepada petani melalui pelatihan dan pemberian teknologi pertanian yang tepat guna. Selain itu, sektor swasta diharapkan dapat berperan aktif dalam menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang mendukung, seperti gudang penyimpanan dan sistem distribusi yang efisien.

Swasembada Pangan: Kunci Indonesia Emas 2045

Gerina merupakan bagian dari upaya besar untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia yang mandiri, kuat, dan sejahtera. Dalam mencapai visi ini, swasembada pangan menjadi salah satu prioritas utama. “Indonesia harus menjadi negara yang mandiri dalam hal pangan. Setiap provinsi, setiap kabupaten, dan setiap desa harus mencapai swasembada pangan,” tegas Presiden.

Presiden menambahkan bahwa program Gerina harus dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari kota hingga desa. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, diharapkan ketahanan pangan dapat terwujud di setiap daerah. “Jika setiap desa swasembada pangan, maka Indonesia akan menjadi negara yang kuat dan mandiri,” tambahnya.

Masa Depan Cerah: Gerina sebagai Penggerak Ekonomi Desa

Program Gerina tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat desa. Dengan mengembangkan koperasi desa dan teknologi pertanian modern, Gerina dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan ekonomi lokal. “Ekonomi desa akan hidup dengan adanya Gerina. Hasil pertanian dapat dipasarkan dengan harga yang layak, dan petani tidak perlu khawatir dengan kerugian akibat hasil panen yang tidak terjual,” ujar Prabowo.

Pemberdayaan ekonomi desa juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketimpangan sosial antara daerah perkotaan dan pedesaan. Dengan bantuan pemerintah dan dukungan sektor swasta, Gerina dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat desa dan meningkatkan taraf hidup mereka.

Menyongsong Masa Depan yang Lebih Baik

Peluncuran program Gerina ini merupakan langkah awal yang penting untuk mewujudkan Indonesia yang kuat dan mandiri. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Indonesia dapat menghadapi tantangan besar dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan. “Kita harus percaya pada kekuatan kita sendiri. Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Presiden.

Gerina adalah gerakan sosial yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Program ini bukan hanya tentang menanam, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif bahwa ketahanan pangan adalah kunci untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) Contoh Kongkrit 

Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan program yang ambisius namun sangat relevan untuk mewujudkan swasembada pangan di Indonesia. Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta, Gerina diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan Indonesia dan mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Melalui inovasi teknologi pertanian dan penguatan koperasi desa, program ini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat. Gerina juga menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi antar sektor dapat menciptakan solusi untuk tantangan besar yang dihadapi bangsa ini.

Dengan semangat kebersamaan, Indonesia dapat mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh, mandiri, dan berkelanjutan, serta menjadi negara yang kuat dan sejahtera pada tahun 2045.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 75 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN